Evergrande Bakal Jual Saham Crystal City Project Rp 8,2 Triliun

- Editor

Rabu, 30 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evergrande Group. (Foto: Pelopor.id/Shutterstock)

Evergrande Group. (Foto: Pelopor.id/Shutterstock)

Jakarta | Perusahaan properti Tiongkok, Evergrande Group akan menjual sahamnya di Crystal City Project senilai 3,66 miliar yuan atau setara USD 575,45 juta (Rp 8,25 triliun), berdasarkan pengajuan Bursa Efek Hong Kong.

Rencananya, Evergrande akan menjual hak penggunaan tanah konstruksi milik negara untuk Proyek Crystal City yang sedang dibangun di daerah Hangzhou, dan hak kepemilikan atas bangunan. Keputusan itu diambil akibat masalah likuiditas grup menghambat kemajuan proyeknya.

Mengutip Reuters, Rabu (30/03/2022), Evergrande akan menggunakan hasil penjualan saham itu untuk menutupi biaya konstruksi senilai 920,7 juta yuan pada proyek-proyek di Hangzhou, termasuk Proyek Crystal City.

Selain itu, pelepasan saham juga diharapkan bisa menghasilkan keuntungan sekitar 216 juta yuan bagi perusahaan.

Evergande saat ini tercatat sebagai perusahaan dengan nilai utang terbesar di dunia, yaitu mencapai lebih dari USD 300 miliar. Pihak Evergande menyatakan akan mengungkap proposal restrukturisasi utang untuk krediturnya pada akhir Juli, setelah kekhawatiran tentang kondisi finansialnya diperbarui oleh penundaan dalam mempublikasikan kinerja tahunan.

Beberapa pekan lalu, Evergrande disebut menghadapi tekanan dari sekelompok investor utang dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang dilaporkan mempertimbangkan tindakan hukum terhadap Evergrande.

Berdasarkan laporan Financial Times yang mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, baru-baru ini ditemukan janji lebih dari USD 2 miliar untuk jaminan pihak ketiga, dengan pemberi pinjaman yang dirahasiakan identitasnya. Investor yang terlibat antara lain Saba Capital, Redwood Capital Management dan Ashmore.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   MenKopUKM: Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah oleh Koperasi Harus Dipercepat

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB