Cathay Berencana Ubah Rute New York-Hong Kong untuk Hindari Langit Rusia

- Editor

Rabu, 30 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat Cathay Pacific. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/AndyLeungHK)

Pesawat Cathay Pacific. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/AndyLeungHK)

Jakarta | Cathay Pacific Airways berencana mengubah rute layanan New York-Hong Kong untuk menghindari wilayah udara Rusia, akibat konflik di Ukraina. Rute ini akan menjadi penerbangan penumpang komersial terpanjang di dunia berdasarkan jarak, dengan durasi memakan waktu sekitar 17 jam.

Maskapai berencana terbang dari Bandara Internasional John F. Kennedy melintasi Samudra Atlantik, Inggris, Eropa Selatan dan Asia Tengah, menurut memo kepada staf Cathay yang dilansir dari Bloomberg News.

Merujuk data FlightRadar24, jarak 16.618 kilometer atau 10.326 mil akan melampaui layanan Singapore Airlines di New York, yang memakan waktu sekitar 17 setengah jam untuk menempuh 15.349 kilometer.

Penerbangan terbaru Cathay New York-Hong Kong berhenti di Los Angeles, sebelum melanjutkan melintasi Pasifik dan masuk ke pusat keuangan Asia tanpa memasuki wilayah udara Rusia. Rute baru yang diperpanjang akan menghilangkan kebutuhan akan persinggahan, membuatnya lebih hemat biaya dan kompetitif.

Cathay sedang mencari izin penerbangan untuk mengoperasikan layanan tersebut, yang dikatakan normal untuk rute baru. Sebelum pandemi, yang sangat mengurangi jadwalnya, maskapai ini mengoperasikan hingga tiga perjalanan pulang pergi antara Hong Kong dan JFK setiap hari.

Selain Cathay, sejumlah maskapai lain juga telah merencanakan rute untuk menghindari Rusia, sebagian besar antara Asia dan Eropa. Salah satunya adalah Japan Airlines yang mengalihkan rutenya dari bandara Haneda Tokyo ke Heathrow London melalui Alaska dan Kanada, daripada terbang di atas Siberia. Itu menambahkan empat setengah jam ke perjalanan 11 jam 55 menit.

Perubahan penerbangan semacam itu kemungkinan hanya bersifat sementara, mengingat biaya yang dihadapi operator dari harga minyak yang tinggi, serta ketidakpastian atas aksesibilitas wilayah udara Rusia.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Legislator Berharap Hepatitis Akut Tidak Jadi Pandemi

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB