Ukraina Rilis NFT Perang untuk Galang Dana Lawan Rusia

- Editor

Senin, 28 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi NFT. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi NFT. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Ukraina mulai melelang non-fungible token (NFT) seri perang pada akhir pekan lalu, sebagai upaya memperluas penggalangan dana cryptocurrency untuk melawan invasi Rusia. Pemerintah Ukraina menyebut, hingga saat ini negaranya telah berhasil meraih lebih dari USD 65 juta dolar atau sekitar Rp 933 miliar.

Koleksi ‘Meta History: Museum of War’ adalah serangkaian gambar digital. NFT itu berisi serangkaian gambar digital seperti siluet pesawat tempur, tangkapan layar laporan berita, dan gambar ledakan bergaya kartun. Masing-masing menandai hari yang berbeda dalam konflik Ukraina dengan Rusia.

Berdasarkan pesan di situs web koleksi, seri NFT ini bertujuan menyebarkan informasi yang benar di antara komunitas digital di dunia dan untuk mengumpulkan sumbangan bagi Ukraina.

Wakil Menteri Transformasi Digital Ukraina Alex Bornyakov menyebutkan lewat akun Twitter bahwa sejauh ini pihaknya telah memanfaatkan sumbangan kripto untuk membeli pasokan bagi militernya, termasuk rompi antipeluru, helm, makanan dan obat-obatan.

Merujuk laporan Reuters, banyak pengamat bingung melihat peningkatan eksplosif dalam penjualan NFT, mengapa begitu banyak uang dihabiskan untuk barang-barang yang tidak ada secara fisik.

Namun, NFT telah menjadi alat penggalangan dana yang populer dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, sekelompok orang mengumpulkan uang kripto mereka untuk membeli NFT, untuk meningkatkan kesadaran akan penyebab tertentu.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Kasus Mutilasi Mimika, Presiden Jokowi Perintahkan Usut Sampai Tuntas

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB