Pelopor.id | Inggris menyatakan siap hidup berdampingan dengan virus Corona. Terkait hal itu, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson memutuskan untuk mencabut semua aturan pembatasan Covid-19 di negara tersebut.
Meski begitu, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara yang merupakan bagian dari Inggris Raya, diizinkan untuk memberlakukan aturannya sendiri.
“Pemerintah tetap akan memantau berbagai mutasi varian yang mungkin saja berbahaya. Hari ini bukan harinya mendekralarasikan kemenangan terhadap Covid-19, karena virusnya belum pergi,” kata Johnson yang dilansir dari Reuters.
Johnson mengatakan, mulai 24 Februari 2022, kewajiban karantina setelah hasil positif Covid-19 akan berakhir, meski pemerintah Inggris tetap menganjurkan isolasi mandiri.
Orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19 juga tidak lagi wajib dites dan tidak perlu karantina. Begitu juga pelacakan atau tracing tidak akan dilakukan lagi, kecuali di tempat yang berisiko.
Kemudian, mulai 24 Maret 2022, pekerja tidak lagi berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah Inggris, jika tidak bisa bekerja selama terpapar Covid-19.
Selanjutnya, mulai 1 April 2022, Inggris juga tidak lagi menyediakan tes gratis dan warga yang akan bepergian juga tak wajib menunjukkan sertifikat vaksin. Per 20 Februari, tercatat sudah ada 56 juta orang di Inggris yang menerima vaksin Covid. Angka itu disebut terbanyak keempat di dunia.[]












