Pelopor.id | Nahdi Medical Co. yang merupakan jaringan apotek terbesar di Arab Saudi, ingin memperluas bisnis utama perawatan kesehatan dan mempertimbangkan strategi akuisisi.
CEO Nahdi Medical Yasser Joharji mengatakan, saat ini Nahdi dapat menggunakan seluruh jaringan apoteknya untuk menawarkan layanan kesehatan primer dan membangun klinik yang ada di Jeddah.
Selain itu, Joharji juga menyebutkan pihaknya ingin memperluas pasar ke negara tetangga, termasuk melalui akuisisi.
Untuk mendukung hal itu, Nahdi Medical akan menambah investor melalui penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dan melepas 30% sahamnya. Dalam IPO ini, Nahdi juga menargetkan valuasi 16 miliar riyal, atau sekitar USD 4,3 miliar.
Mengutip Bloomberg, perusahaan ini juga menggandeng HSBC Holdings Plc dan Saudi National Bank yang bertugas sebagai pengelola IPO tersebut.
Nahdi Medical hingga saat ini telah memiliki 1.151 apotek di 144 kota di Arab Saudi. Pendapatan mereka pada tahun 2020 mencapai 8,6 miliar riyal, dengan laba sebesar 849 juta riyal.
Untuk diketahui, sepanjang tahun lalu perusahaan Arab Saudi mengumpulkan hampir USD 9,3 miliar dari penawaran saham perdana. Hal ini menjadikan Arab Saudi sebagai pasar IPO paling aktif di Timur Tengah dan Afrika, setelah Israel.[]












