Pelopor.id | Bertambah lagi negara Eropa yang mencabut aturan pembatasan Covid-19 di tengah masih tingginya kasus varian Omicron. Kali ini, giliran Austria, Jerman dan Swiss yang menempuh kebijakan itu.
Sebelumnya, Inggris, Belanda, Denmark dan Norwegia sudah lebih dulu mencabut aturan pembatasan Covid-19.
Kanselir Austria Karl Nehammer menyebutkan, pemerintah akan menghapus sebagian besar aturan pembatasan Covid mulai 5 Maret mendatang, seperti dikutip dari AFP.
Namun, pemerintah Austria tetap mewajibkan pemakaian masker di fasilitas umum, termasuk transportasi umum. Selain itu, pembatasan juga tetap diberlakukan di rumah sakit dan tempat lain dengan kelompok rentan.
Meski demikian, Nehammer tetap memperingatkan penduduk Austria bahwa pandemi belum berakhir.
Sedangkan Jerman akan menjalani tiga tahap pembukaan hingga 20 Maret nanti. Dalam tahap pertama, Jerman akan membuka kembali akses ke toko-toko tanpa pemeriksaan apakah pengunjung sudah divaksinasi atau tidak. Namun, pemakaian masker masih tetap diwajibkan.
Mulai 4 Maret, restoran dan hotel juga diizinkan mulai menyambut kembali warga yang tidak divaksinasi, selama dapat memberikan hasil tes negatif Covid-19 dalam waktu dekat.
Klub malam juga akan dibuka kembali, namun tidak berlaku bagi yang belum divaksinasi. Untuk bisa masuk klub malam, pengunjung maupun pekerja klub harus sudah vaksin booster atau memberikan tes negatif Covid-19.
Tahap terakhir, bila memungkinkan, Jerman akan menghilangkan persyaratan bagi karyawan bekerja dari rumah.
Senada dengan Kanselir Austria, Kanselir Jerman Olaf Scholz juga menegaskan bahwa pandemi belum berakhir. Ia pun meminta warganya tetap berhati-hati dan harus tetap memakai masker.
Sementara itu, pemerintah Swiss menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.
Mulai Kamis (17/02/2020), persyaratan yang tersisa di Swiss adalah wajib memakai masker di transportasi umum dan fasilitas kesehatan, serta wajib isolasi selama lima hari jika dinyatakan positif Covid.
Swiss akan terus melonggarkan aturan pembatasan Covid hingga akhir Maret mendatang.
“Berkat tingkat kekebalan yang tinggi di antara penduduk, kecil kemungkinan sistem perawatan kesehatan akan terbebani meskipun tingkat sirkulasi virus terus berlanjut,” ujar pemerintah Swiss.
Untuk masuk ke Swiss, tidak perlu lagi memberikan bukti vaksinasi, pemulihan atau tes negatif, atau mengisi formulir pendaftaran.[]












