Pelopor.id | Pabrikan mobil listrik Tesla Inc telah menandatangani perjanjian dengan Liontown Resources yang berbasis di Australia untuk memasok konsentrat lithium spodumene. Kontrak tersebut berlaku selama lima tahun.
Setelah pengumuman penandatanganan kontrak ini, saham Liontown melonjak 19,8% menjadi AUD 1,665, yang merupakan lonjakan intraday terbesar sejak 13 September 2021.
Berdasarkan laporan Reuters, pada tahun pertama mulai 2024, Tesla akan membeli 100.000 metrik ton kering (DMT) konsentrat. Kemudian di tahun berikutnya, Tesla akan menambah kuota pembeliannya menjadi 150.000 DMT per tahun.
Liontown berencana memasok lithium dari proyek andalannya Kathleen Valley Lithium di Australia Barat, yang ditargetkan bisa mulai produksi komersial pada 2025. Pasokan ke Tesla ini pun akan memenuhi hingga sepertiga dari kapasitas produksi tahunan di proyek tersebut.
Sebelumnya, Liontown juga telah meraih kesepakatan pasokan lithium dengan produsen baterai unit usaha LG Chem Ltd dari proyek tersebut.
Perusahaan yang berbasis di Seoul ini telah berusaha meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan, seiring meningkatnya permintaan baterai mobil listrik secara global.
Untuk diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, harga lithium memang terus melonjak secara signifikan akibat mobil listrik semakin diminati oleh pecinta otomotif.[]












