Pelopor.id – Produsen mobil listrik Tesla harus gigit jari akibat masih lemahnya nilai Bitcoin. Perusahaan yang digawangi Elon Musk ini, membukukan kerugian senilai US$ 101 Juta atau sekitar Rp 1,4 Triliun akibat penurunan nilai investasinya di Bitcoin.
Hal ini terungkap dalam laporan tahunan Tesla kepada Securities and Exchange Commission dilansir dari CNN, Selasa, (8/2/2022).

Meski demikian, Tesla menyebut kerugian itu pada dasarnya hanyalah masalah akuntansi, dan tidak terlalu memengaruhi kesehatan keuangan Tesla secara keseluruhan.
Sebelumnya, Tesla pernah mencatat keuntungan Sebesar US$128 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun atas investasinya di bitcoin, setelah perusahaan itu melakukan penjualan sejumlah mata uang kripto tersebut pada Maret 2021. SEC juga mencatat, Tesla masih memiliki sekitar US$2 miliar bitcoin di neracanya.
- Tesla Recall 53 Ribu Mobil Listrik Akibat Masalah Software FSD
- Tesla Matikan Fitur Self-Driving pada Mobil Buatannya
Saham Tesla (TSLA) naik 2 persen pada Senin, (7/2/2022) pagi. Tetapi sepanjang tahun berjalan ini, sahamnya telah jatuh lebih dari 10 persen lantaran investor keluar dari saham teknologi dan beralih ke sektor yang lebih berorientasi nilai seperti minyak.
Pada hari yang sama, harga Bitcoin juga menguat 4% menjadi sekitar US$43.000. Namun, jika dihitung sepanjang tahun ini, harga satu bitcoin telah turun lebih dari 7 persen atau turun sekitar 40% dari harga tertingginya sepanjang masa yakni di bawah US$69.000 pada bulan November lalu. []












