Pelopor.id – Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai dan KIA Motors membangun laboratorium keselamatan bernama ‘Safety Test and Investigation Laboratory’ di Michigan, Amerika Serikat. Fasilitas konsekuensi dari tingginya jumlah mobil Hyundai dan KIA yang kena recall itu, bernilai US$50 juta, atau setara Rp714,7 miliar.
Safety Test and Investigation Laboratory, akan bekerja secara penuh Tahun 2023 mendatang yang dilengkapi dengan berbagai sistem pengujian. Mulai dari trek pengujian khusus, laboratorium baterai voltase tinggi hingga ruangan investigasi kecelakaan.
“Fasilitas itu selaras dengan komitmen Hyundai pada keselamatan berkendaraan, upaya pencegahan tabrakan yang melibatkan mobil, serta keselamatan dari pengguna,” ungkap Hyundai lewat keterangan tertulis.
- Andalkan Mobil Listrik, Hyundai Akan Bertempur Lagi di Jepang
- Hyundai Siap Produksi Massal Mobil Listrik di Pabrik Cikarang
Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) AS, pada 2020 memerintahkan Hyundai dan KIA untuk membangun fasilitas khusus untuk pengujian mobil senilai US$25 juta atau sekitar Rp357,3 miliar. Perintah ini, lantaran angka penarikan kembali mobil-mobil mereka di Amerika Serikat sangat tinggi mencapai 1,6 juta unit.
Penarikan itu terjadi pada mobil-mobil produksi 2010 hingga 2015. Kedua perusahaan mematuhi perintah itu dan langsung membangun fasilitas yang nilainya dua kali lipat dari keinginan NHTSA. []












