Pelopor.id | Produsen mobil listrik Tesla Inc kembali mendapat sorotan dari pihak berwenang. Kali ini, The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menggelar penyelidikan formal terhadap 416.000 kendaraan Tesla Model 3 dan Model Y produksi tahun 2021-2022 di Amerika Serikat (AS).
NHTSA mengatakan bahwa pihaknya telah menerima 354 keluhan tentang masalah phantom braking atau aktivasi rem tak terduga terkait sistem bantuan pengemudi autopilot. Normalnya, fitur autopilot memang memungkinkan mobil mengerem dan menyetir secara otomatis.
Namun, para pelapor menyebutkan bahwa pengereman terjadi sangat keras dan tiba-tiba, bahkan hampir membuat kehilangan kendali.
Salah satu pemilik Tesla Model Y 2021 melapor kepada NHTSA, pada Oktober lalu, ketika ia mengemudi dengan kecepatan 80 mil per jam, mobil secara tiba-tiba melambat ke kecepatan 69 mil per jam dalam waktu kurang dari satu detik.
“Para pengadu melaporkan bahwa perlambatan cepat dapat terjadi tanpa peringatan. Secara acak dan sering berulang kali dalam satu siklus penggerak,” ujar pihak NHTSA yang dikutip dari Reuters.
Awal bulan ini, NHTSA mengonfirmasi sedang meninjau keluhan konsumen terkait mobil Tesla yang bermasalah pada rem. Ini adalah tahap pertama sebelum NHTSA dapat mengeluarkan permintaan penarikan resmi atau recall.
Ini bukan pertama kalinya NHTSA melakukan penyelidikan terhadap Tesla. Sebelumnya pada Agustus 2021, NHTSA menggelar penyelidikan keamanan formal terhadap sistem autopilot yang tersemat dalam 765.000 kendaraan Tesla di AS. []












