Pelopor.id | Perusahaan otomotif asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai Motor Co. menyatakan siap kembali bertempur di Jepang, setelah 12 tahun lalu hengkang akibat gagal bersaing. Kali ini, Hyundai membidik pasar mobil listrik di negara tersebut.
Hyundai akan memanfaatkan tingginya permintaan EV. Namun, perusahaan ini masih harus mengawasi pemain unggulan lain, seperti Tesla, Volkswagen AG dan Stellantis yang juga mulai masuk ke pasar yang sama.
Data Asosiasi Importir Mobil Jepang (JAIA) menunjukkan, ada sekitar 20.000 EV yang terjual pada tahun lalu. Pertumbuhan pasar EV di Jepang terbilang cukup pesat, bahkan ketika penjualan mobil secara umum mengalami penurunan.
Rencananya, Hyundai akan mengandalkan mobil listrik sel bahan bakar hidrogen, Nexo SUV, dan mobil listrik atau electric vehicle (EV) crossover menengah, Ioniq 5.
Ioniq 5 sendiri adalah produk andalan Hyundai yang diharapkan mampu menguasai 10% pangsa pasar EV global pada tahun 2025.
Chairman Hyundai Mobility Jepang Shigeaki Kato menjelaskan, untuk kedatangannya kali ini, Hyundai akan fokus pada penjualan online dan menggandeng layanan berbagi mobil yang dioperasikan oleh perusahaan digital, DeNA Co., dan perusahaan asuransi, Sompo Holdings.
Kerja sama itu pun memungkinkan konsumen Hyundai untuk menyewakan kendaraan mereka.
Mengutip Reuters, hingga kini Hyundai mengaku belum menetapkan target, namun perusahaan tersebut akan memberi update, setelah menerima pesanan online yang dijadwalkan mulai Mei mendatang.
Hyundai memasuki Jepang pertama kalinya pada tahun 2001, kemudian hanya berhasil menjual 15.000 mobil sampai tahun 2009, yang akhirnya membuat mereka menyerah dan keluar dari Jepang. []












