Pelopor.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, 9.000 anak di Jakarta kehilangan orang tua yang meninggal akibat virus Covid-19. Hal ini, menjadi contoh pentingnya transparansi data dalam penanganan Covid-19.
Sementara secara keseluruhan, pasien Covid-19 asal DKI yang meninggal mencapai 13.989 orang. Menurutnya, data ini penting untuk diketahui agar Pemprov DKI Jakarta bisa bertindak untuk membantu anak-anak yang ditinggal orang tuanya.
Sebelumnya, Anies memang sempat diprotes lantaran rutin mengumumkan jumlah kematian yang dianggap memicu kepanikan. Namun, menurut Mantan Rektor Universitas Paramadina ini, angka tersebut justru menjadi patokan seberapa banyak pihak yang mesti dibantu.
“Jika dulu kami tidak terbuka dengan data, hari ini kami tidak tahu berapa jumlah anak yang ditinggal orang tuanya karena covid. Jika dulu kami menutup-nutupi, hari ini kami tidak bisa membantu mereka,” tutur Anies dalam Youtube pribadinya, Minggu (13/2/2022).
Anies menjelaskan, data tersebut digunakan untuk mengadakan program Peduli Anak dan Remaja yang telah dimulai Tahun 2021. Program ini menyasar semua anak yang kehilangan orang tuanya akibat Covid-19 tanpa kriteria apa pun.
“Saya minta kirimkan pesan bagi setiap keluarga bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melindungi setiap anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Tidak pilih kasih dari keluarga mampu atau tidak mampu. Jangan katakan mereka itu mampu ketika orang tuanya meninggal,” ungkap Anies.
Dalam program tersebut, 4.345 anak yang sudah menerima bantuan masing-masing Rp 300.000 per bulan. Sisanya menolak, lantaran sudah merasa tercukupi.
“Kami bersyukur bahwa mereka sudah ada yang mengurus dan tercukupi. Mudah-mudahan mereka punya masa depan yang cerah, secerah mereka bersama dengan orang tuanya,” sebut Anies.
Gubernur berharap, bantuan-bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang bersifat pokok seperti pangan dan obat-obatan. []












