Pelopor.id | Perusahaan multinasional Amerika Serikat (AS), Johnson & Johnson dikabarkan menutup satu-satunya pabrik vaksin Covid-19 milik mereka yang berlokasi di Leiden, Belanda, pada akhir tahun lalu.
Informasi itu disampaikan oleh New York Times, dengan mengutip sumber yang mengetahui tentang keputusan tersebut.
Berdasarkan laporan New York Times, Johnson & Johnson justru menggunakan pabrik itu untuk membuat vaksin eksperimental. Vaksin itu disebut berpotensi lebih menguntungkan dan bisa melindungi dari virus.
Menurut New York Times, penutupan pabrik Leiden dapat mengurangi pasokan vaksin Johnson & Johnson hingga ratusan juta dosis.
Di sisi lain, mengutip Reuters, penghentian pabrik Leiden disebut bersifat sementara dan akan mulai memproduksi vaksin lagi setelah beberapa bulan.
Meski demikian, belum ada respon dari pihak perusahaan mengenai hal ini.
Sebelumnya, Johnson & Johnson memprediksi nilai penjualan vaksin Covid milik mereka mampu menembus angka USD 3,5 miliar pada tahun ini, atau melonjak hingga 46 persen dibanding tahun lalu.
Selain vaksin, perusahaan ini juga memproduksi peralatan medis, farmasi dan barang konsumen dalam kemasan. []












