Filipina dan AS Gelar Latihan Militer Terbesar dalam 7 Tahun

- Editor

Selasa, 29 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi militer. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/ArmyAmber)

Ilustrasi militer. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/ArmyAmber)

Jakarta | Filipina dan Amerika Serikat (AS) memulai latihan militer gabungan terbesar mereka sejak 2015, pada Senin (28/03/2022). Latihan tahunan “Balikatan” (bahu-ke-bahu) pada tahun ini melibatkan 8.900 tentara dan akan mencakup latihan tembakan langsung serta pelatihan dengan kendaraan serbu amfibi.

Hal ini menggarisbawahi peningkatan hubungan pertahanan setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengurangi beberapa latihan perang sebelumnya untuk mengejar hubungan yang lebih hangat dengan Tiongkok.

Sejak menjabat pada 2016, Duterte telah mencari hubungan yang lebih dekat dengan Tiongkok dengan imbalan janji pinjaman, bantuan dan investasi, serta menjauhkan diri dari AS, sekutu perjanjian. Namun, tahun lalu Duterte menarik kembali ancaman untuk membatalkan pakta dua dekade yang mengatur kehadiran pasukan AS di Filipina.

“Kami mengirim pesan kepada dunia bahwa aliansi antara negara kami lebih kuat dari sebelumnya,” kata Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters.

Terlepas dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat, Filipina menjadi lebih kritis terhadap tindakan Tiongkok, termasuk soal berkerumunnya kapal penangkap ikan yang diawaki oleh milisi di lepas pulau Spratly yang disengketakan, dan blokade misi pasokan militer tahun lalu.

Baru-baru ini, Filipina juga memanggil duta besar Tiongkok atas apa yang disebutnya sebagai penyusupan ilegal dan kehadiran terus-menerus dari sebuah kapal angkatan laut Tiongkok.

Tiongkok mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, yang dilalui oleh sekitar USD 3 triliun perdagangan kapal setiap tahun. Sementara Filipina, Brunei, Malaysia, Vietnam dan Taiwan juga memiliki klaim di jalur air tersebut.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Merck & Co Ajukan Izin Tablet Covid-19 Pertama di AS

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB