Pelopor.id | Pemerintah Islandia akan mengakhiri perburuan paus mulai tahun 2024, akibat kontroversi yang berkepanjangan dan juga menurunnya permintaan.
Melansir CNN, Menteri Perikanan dan Pertanian Islandia Svandís Svavarsdóttir menyebutkan dalam sebuah opini di surat kabar Morgunblaðið bahwa perburuan paus tidak memiliki banyak dampak signifikan bagi ekonomi Islandia dalam beberapa tahun terakhir.
Disebutkan juga bahwa tidak ada paus besar yang ditangkap dalam tiga tahun terakhir, kecuali satu paus minke pada tahun lalu.
“Jepang telah menjadi pembeli terbesar daging paus Islandia, tetapi konsumsinya menurun dari tahun ke tahun,” kata Svavarsdóttir.
Ia juga mengakui bahwa perburuan paus telah menjadi kontroversi panjang. Salah satu dampaknya adalah rantai ritel AS Whole Foods berhenti memasarkan produk Islandia untuk sementara.
Berdasarkan data International Whaling Commission (IWC), Islandia melanjutkan “program perburuan paus ilmiah” kecil setelah embargo 1986. Kemudian, Islandia meninggalkan IWC pada 1992, tetapi bergabung kembali pada tahun 2002. Negara itu pun memulai lagi perburuan paus komersial pada Oktober 2006.
Sebuah organisasi nirlaba, Konservasi Paus dan Lumba-lumba (WDC) menyebutkan, ada lebih dari 1.700 paus minke dibunuh di Islandia sejak embargo 1986. Laporan yang sama menemukan bahwa 852 paus sirip dibantai di Islandia dari 2006-2018. []












