Pelopor.id | Perusahaan streaming Netflix mengalami kejatuhan harga saham akibat proyeksi pelanggan yang mengecewakan. Sebelumnya pada awal bulan ini, saham Netflix diperdagangkan sekitar USD 612 per lembar, namun akhir pekan diperdagangkan di level sekitar USD 384 per saham.
Terkait hal itu, Co-Chief Executive Officer (CEO) Netflix Inc Reed Hastings mengambil tindakan dengan membeli saham di perusahaan tersebut senilai USD 20 juta, pada 27 Januari 2022.
Hastings membeli 51.440 saham Netflix yang dimiliki secara tidak langsung, dengan harga rata-rata USD 388,83 per saham. Saham itu dibeli atas nama perwalian keluarga Hastings. Transaksi itupun meningkatkan saham milik Hastings menjadi 5,16 juta saham.
Selain Hastings, Manajer Keuangan Netflix Bill Ackman dalam suratnya kepada investor juga mengumumkan pembelian 3,1 juta saham Netflix.
Melansir CNBC, Netflix menyebut mencetak keuangan yang positif untuk kuartal keempat 2021. Namun kenaikan jumlah pelanggan terbilang melambat. Saat ini, Netflix memiliki 8,28 juta pelanggan, dengan penambahan kurang dari 2,5 juta pelanggan baru. Meski begitu, Netflix yakin hal ini hanya bersifat sementara.
“Retensi itu kuat. Waktu menonton sudah habis. Tetapi pada margin, kami hanya tidak menumbuhkan akuisisi secepat yang kami ingin lihat,” ucap Kepala Keuangan Netflix Spencer Neumann.
Meski demikian, sejumlah analis menilai, melambatnya pertumbuhan jumlah pelanggan Netflix bisa saja berlanjut. Mengingat, perusahaan itu baru saja menaikkan biaya berlangganan di Amerika Serikat, yang selama ini masih menjadi pasar terbesarnya. []
Baca juga: Netflix Turunkan Target Pertumbuhan Pelanggan Akibat Konten Telat Tayang












