Pelopor.id – Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak Pemerintah El Salvador untuk berhenti menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, dengan alasan risiko besar yang ditimbulkan oleh mata uang kripto. Desakan ini disampaikan IMF ketika nilai mata uang kripto tersebut anjlok di tengah volatilitas yang lebih luas di Wall Street dalam beberapa hari terakhir.
El Salvador, negara kecil di Amerika Tengah, menjadi negara pertama di dunia yang menerima pembayaran dengan uang digital pada September 2021. Dengan itu, konsumen dimungkinkan untuk menggunakannya dalam semua transaksi, disamping menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Bila sebelumnya, Staf IMF sebelumnya meminta Presiden El Salvador Nayib Bukele untuk mempertimbangkan kembali menempatkan bitcoin di pusat keuangan negara. Kali ini, pernyataan IMF dengan menggunakan bahasa yang lebih kuat. Desakan tersebut langsung disampaikan oleh Dewan IMF, yang terdiri dari perwakilan negara anggota termasuk AS.
“(Direksi dewan) mendesak pihak berwenang untuk mempersempit ruang lingkup undang-undang bitcoin dengan menghapus status tender legal bitcoin,” bunyi pernyataan resmi IMF, Rabu (26/1/2022).
Pemberi pinjaman moneter yang berbasis di Washington itu menekankan tentang risiko besar terkait dengan penggunaan bitcoin pada stabilitas keuangan, integritas keuangan, dan perlindungan konsumen. Begitu juga dengan menerbitkan obligasi yang didukung bitcoin.
Pernyataan ini mengacu pada rencana Nayib Bukele untuk mengumpulkan US$ 1 miliar melalui “Bitcoin Bond” yang rencananya akan dijalankan secara kemitraan dengan Blockstream, perusahaan infrastruktur aset digital.
El Salvador, secara tak langsung akan berutang Bitcoin kepada si pemberi utang dan menjadi kewajiban negara itu untuk memberikan bunga sebagai imbalan. Jika Bitcoin Bond ini terwujud, El Salvador berpotensi akan menjadi negara pertama di dunia yang menjadikan Bitcoin sebagai cadangan devisa.
El Salvador sendiri, sebelumnya telah meminta semua bisnis dengan kemampuan teknologi untuk menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Presiden El Salvador, Nayib Bukele, juga sedang menambah ratusan Bitcoin ke neraca negara selama beberapa bulan terakhir. Bahkan, ia berkali-kali mengaitkan nasib politiknya dengan keberhasilan eksperimen bitcoin di El Salvador. []












