Pelopor.id – Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen. Pol. Ahmad Ramadhan menyampaikan, bahwa pada Senin (24/1/2022) terjadi aksi saling serang antara 2 kelompok warga di Kota Sorong, Papua Barat dengan menggunakan parang, panah dan bom molotov,
Ahmad Ramadhan menjelaskan, akibat kejadian tersebut 19 orang meninggal dunia, dengan rincian 1 orang meninggal dunia karena bentrok dan 18 orang diduga meninggal dunia lantaran terbakar di tempat hiburan.
Terkait kejadian ini, Polda Papua Barat berserta jajaran langsung berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk mencegah adanya aksi balasan atau aksi lainnya.
Selain itu, Polisi juga telah melakukan pertemuan kepada perwakilan kedua kelompok yang bertikai untuk mencegah agar tidak melakukan aksi apapun di luar ketentuan hukum yang berlaku.
Ahmad Ramadhan menegaskan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi dan menggelar olah TKP guna memproses tuntas kasus kejadian ini. Polri akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap aktor intelektual dan pelaku dari 2 kelompok masyarakat tersebut. []












