Pelopor.id | Ada sekitar 300 penerbangan dari dan menuju Amerika Serikat (AS) terpaksa dibatalkan per Rabu (19/01/2022) waktu setempat, akibat terdampak sinyal komunikasi 5G. Menurut FlightAware, jumlah itu mewakili 5 persen dari total penerbangan di AS.
Adapun mayoritas penerbangan yang terganggu adalah yang menggunakan pesawat jenis Boeing berbadan lebar, seperti dikutip dari Associated Press. Seperti maskapai Emirates, Korean Air, Cathay Pacific dan Austrian Airlines.
Sedangkan penerbangan dengan pesawat jenis Airbus, seperti maskapai Air France dan Aer Lingus dari Irlandia, tidak terpengaruh sinyal 5G.
Sebelumnya, perusahaan telekomunikasi Verizon dan AT&T telah memasang layanan nirkabel berkecepatan tinggi untuk teknologi 5G baru. Namun, teknologi ini diduga mengganggu teknis penerbangan pesawat, terutama dalam mengukur ketinggian.
Verizon dan AT&T menggunakan segmen spektrum radio yang mirip dengan altimeter radio, perangkat yang mengukur ketinggian pesawat di atas tanah dan membantu pilot mendarat dalam jarak pandang rendah.
Komisi Komunikasi Federal AS bersikukuh penyangga antara frekuensi yang digunakan jaringan 5G tidak menimbulkan risiko bagi penerbangan. Namun, pihak Adminsitrasi Penerbangan Federal AS melihat ada potensi masalah aviasi yang ditimbulkan layanan 5G.
Terkait hal itu, perusahaan telekomunikasi AS akhirnya setuju menunda peluncuran layanan 5G mereka di kawasan yang dekat dengan 80 bandara di AS. []
Baca juga: Negara Lain Sibuk Bikin 5G, Tiongkok Siapkan Jaringan 6G












