GoTo Sambut Investor Baru Abu Dhabi Investment Authority

0
Logo GoTo Group. (Foto: Pelopor/Wikipedia)

Pelopor.id | GoTo Group, raksasa teknologi Indonesia hasil merger Gojek dan Tokopedia, menandatangani perjanjian dengan anak usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), yang menjadikan ADIA sebagai pemimpin penggalangan dana pra-IPO GoTo dengan investasi US$ 400 juta, atau setara Rp 5,7 triliun (kurs Rp 14.300).

Transaksi ini adalah investasi pertama bagi Departemen Private Equities ADIA ke dalam perusahaan teknologi Asia Tenggara, dan juga sekaligus menjadi investasi terbesarnya di Indonesia.

Dengan demikian, ADIA menambah panjang daftar investor GoTo, setelah sebelumnya sudah ada Alibaba Group, Astra International, Facebook dan Global Digital Niaga (GDN). Selain itu ada juga Google, KKR, PayPal, Sequoia Capital India, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent dan Warburg Pincus.

“Kami bangga menyambut ADIA sebagai investor terbaru di perusahaan dan yang pertama dalam penggalangan dana pra-IPO kami,” kata CEO GoTo Group Andre Soelistyo dalam siaran pers, Rabu (20/10/2021).

Saat ini, GoTo sedang dalam proses melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Menurut informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), IPO ini akan berlangsung pada awal tahun depan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Departemen Private Equities ADIA Hamad Shahwan Al Dhaheri menyatakan bahwa investasi ini dilakukan seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang berkembang pesat.

Selain itu, ADIA juga telah mengikuti dengan cermat berbagai pekerjaan yang dilakukan Gojek dan Tokopedia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi di Indonesia. “Kami sangat senang bisa bermitra dengan GoTo dan tim manajemennya di fase perkembangan selanjutnya,” ujarnya. []