Pelopor.id | Situs dan aplikasi marketplace OpenSea kini semakin dikenal seiring dengan maraknya jual-beli aset non-fungible token (NFT). Untuk diketahui, NFT adalah sejenis sertifikat elektronik yang merupakan turunan aset kripto untuk dijadikan alat investasi.
OpenSea juga makin dikenal setelah Ghozali Everyday, yang merupakan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, berhasil meraih Rp 1,5 miliar dari penjualan NFT foto selfie-nya.
Ternyata, OpenSea didirikan oleh dua pemuda yang baru berusia sekitar 30 tahun, yaitu Alex Atallah dan Devin Finzer. Mereka kini telah berhasil menjadi miliarder, dengan kekayaan masing-masing diprediksi sekitar USD 2,2 miliar, seperti dikutip dari Forbes.
Atallah dan Finzer mendirikan OpenSea pada Desember 2017. Di marketplace NFT ini, pengguna bisa menjual atau membeli semua jenis NFT, dengan potongan biaya 2,5 persen dari setiap penjualan.
Saat ini, nilai valuasi OpenSea tercatat mencapai USD 13,3 miliar, tumbuh signifikan dari enam bulan lalu yang hanya sekitar USD 1,5 miliar.
Sebelum mendirikan OpenSea, Finzer pernah bekerja sebagai insinyur software di Pinterest pada 2015. Ditahun yang sama, ia juga mendirikan start-up pertamanya, Claimdog, yang kemudian dilepas kepada Credit Karma.
Sedangkan, Atallah yang merupakan lulusan Stanford University, pernah bekerja di Palantir dan sejumlah start-up, termasuk di Silicon Valley. []
Baca juga: 2021, Penjualan NFT Melesat Hampir Tembus USD 25 Miliar












