2021, Penjualan NFT Melesat Hampir Tembus USD 25 Miliar

0
Ilustrasi non-fungible token (NFT). (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Makin populernya aset kripto mendorong penjualan non-fungible token (NFT) sepanjang tahun lalu hampir mencapai USD 25 miliar, atau sekitar Rp 357 triliun (kurs 14.310).

Angka itu melesat jauh sekali dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar USD 94,9 juta, berdasarkan data DappRadar di sepuluh blockchain berbeda, yang digunakan untuk merekam siapa yang memiliki NFT. Meski begitu, ada tanda-tanda pertumbuhan penjualan NFT melambat jelang akhir tahun.

“Sekitar 28,6 juta dompet memperdagangkan NFT pada tahun 2021, naik dari sekitar 545.000 pada tahun 2020,” ujar pihak DappRadar, seperti dikutip dari Reuters.

Kenaikan harga sejumlah aset kripto memang terbilang sangat cepat tahun lalu, sehingga spekulan terkadang ‘membaliknya’ untuk meraih keuntungan dalam beberapa hari.

Selain DappRadar, NonFungible.com yang hanya melacak blockchain Ethereum, menyebutkan penjualan pada 2021 mencapai USD 15,7 miliar. Ini berarti uang yang dihabiskan untuk NFT pada tahun 2021 kira-kira setara dengan dana yang disediakan oleh Bank Dunia untuk membeli dan menyebarkan vaksin Covid-19.

Data pasar NFT terbesar, OpenSea, menunjukkan penjualan NFT memuncak pada Agustus, kemudian menurun pada September, Oktober dan November, sebelum meningkat lagi pada Desember.

Sejumlah orang tampaknya melihat NFT sebagai masa depan kepemilikan di dunia online dalam pengembangan metaverse, namun masih banyak juga orang yang bingung kenapa begitu banyak uang yang dihabiskan untuk barang-barang yang tidak terlihat secara fisik. []