Blackberry Tumbang, Kapitalisasi Pasarnya Anjlok

0
Blackberry
HP Blackberry. (Foto: Pelopor.id/shutterstock)

Pelopor.id – Pada 4 Januari 2022 kemarin, BlackBerry resmi tumbang, sistem operasi atau OSnya disuntik mati dengan kata lain Handphone BB sudah tidak berfungsi lagi.

Layanan untuk BlackBerry 7.1 OS dan versi sebelumnya, BlackBerry 10, BlackBerry PlayBook OS, kini sudah tidak tersedia lagi.

Selain itu, perangkat yang berjalan layanan dan software ini melalui operator atau koneksi Wi-Fi tidak akan lagi berfungsi, termasuk untuk fungsi data, panggilan telepon, SMS, dan 911.

Naasnya nasib BlackBerry ini, terjadi ketika mereka keok melawan kejayaan Android. Padahal, BlackBerry pernah menjadi ‘HP wajib’ yang harus dimiliki semua orang.

Kala itu, dengan aplikasi pesan BlackBerry Mesenger (BBM), BB pernah menjadi primadona untuk beberapa tahun di seluruh dunia.

Tetapi kini, ketika informasi pribadi tidak lagi diperlukan atau relevan, BlackBerry akan menghapus, menghancurkan, atau menganonimkan data tersebut.

Namun, jika pengguna ingin melakukan permintaan untuk menghapus data, dapat dilakukan dengan mengirim email ke privacyoffice@blackberry.com.

Adapun kapitalisasi pasar BlackBerry di awal 2022 ini mencapai US$ 5,36 miliar, turun 1,37% dari posisi 2021 sebesar US$ 5,43 miliar.

Sementara Companies Market Cap melaporkan, pada puncak kejayaannya 30 Mei 2008 silam, nilai kapitalisasi pasar BlackBerry mencapai US$ 78,38 miliar atau setara Rp 1.120,8 triliun. []