Antisipasi Kelangkaan Chip, Daimler Tidak Patok Target Tinggi Tahun Ini

0
Ilustrasi alat navigasi pada mobil. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Produsen mobil mewah asal Jerman, Daimler AG memprediksi kelangkaan pasokan chip di pasar global masih akan terjadi sepanjang 2022, terutama pada semester pertama.

Chip digunakan untuk sistem komputasi di dalam mobil, termasuk untuk memantau kinerja mesin, mengatur kemudi, jendela otomatis, sensor parkir, serta instalasi hiburan.

“Kelangkaan chip juga akan menemani kita pada 2022, terutama di paruh pertama,” ujar Chief Technology Officer (CTO) Daimler Markus Schaefer, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/1/2022).

Terkait hal itu, Daimler tidak menargetkan peningkatan kapasitas produksi yang signifikan, terutama untuk enam bulan pertama tahun ini. Pasalnya, mereka berkaca pada pengalaman produksi sepanjang tahun lalu yang terhambat dengan langkanya pasokan chip.

Untuk diketahui, pada Oktober 2021, angka produksi Daimler tercatat menurun hampir 24 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Kemudian penurunan produksi itu masih berlanjut pada bulan November.

Hal itu memperlihatkan bagaimana dampak kelangkaan pasokan chip terhadap produksi kendaraan di seluruh dunia.

Kelangkaan chip sendiri salah satunya dipicu oleh naiknya permintaan peralatan elektronik, seperti smartphone dan konsol game, di saat utilitas pabrik menurun akibat pandemi. []

Baca juga: Hyundai Gagal Penuhi Target 2021 Akibat Krisis Chip Global