Perancis Mulai Pantangkan Kemasan Plastik untuk Buah dan Sayuran

0
Ilustrasi produk sayur dan buah. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Pemerintah Perancis menerapkan larangan penggunaan plastik untuk kemasan buah dan sayur secara bertahap, mulai Sabtu (1/1/2022). Namun para pengusaha masih diberi kesempatan untuk menghabiskan stok plastik yang ada, selama enam bulan ke depan.

Selain itu, pemerintah belum menerapkan aturan ini sepenuhnya, lantaran masih memberi kesempatan bagi pengusaha dan masyarakat Perancis untuk beradaptasi hingga tahun 2026.

Untuk menerapkan Undang-Undang (UU) soal plastik yang sudah dibuat sejak Februari 2020, Pemerintah Perancis menerbitkan daftar sekitar 30 jenis buah dan sayuran yang harus dijual tanpa kemasan plastik. Beberapa di antaranya adalah apel, pisang, jeruk, terong, tomat bundar dan daun bawang.

“Undang-undang ekonomi melingkar bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan substitusi dengan bahan lain atau kemasan yang dapat digunakan kembali,” ujar Kementerian Lingkungan Perancis dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.

Larangan ini merupakan bagian dari program tahunan Pemerintah Perancis untuk menghapus plastik secara bertahap. Sejak 2021, negara itu telah melarang penggunaan sedotan plastik, gelas dan peralatan makan sekali pakai, serta kotak styrofoam.

Di sisi lain, penerapan aturan ini menuai protes dari pengusaha, termasuk produsen plastik kemasan.

Kepala Divisi Buah dan Sayuran Asosiasi Interfei, Laurent Grandin, mengatakan bahwa mereka tidak pernah diajak berunding oleh pihak pemerintah.

Ia juga mengatakan bahwa aturan ini membuat perusahaan kecil harus mengeluarkan biaya tambahan hingga 30 persen, termasuk untuk pengepakan buah guna dijual impor. []

Baca juga: Corona Ngamuk di Perancis, Lonjakan Kasus Tertinggi Sejak Awal Pandemi