Pelopor.id | Produsen peralatan telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei Technologies Co Ltd, memprediksi pendapatannya tahun 2021 hanya 634 miliar yuan, atau sekitar USD 99,48 miliar. Angka itu anjlok 29 persen dibanding tahun sebelumnya, yang salah satunya dipicu oleh sanksi dari Pemerintah Amerika Serikat (AS).
Seperti diketahui, pada 2019, pemerintahan Donald Trump menerapkan larangan perdagangan terhadap Huawei, dengan alasan keamanan nasional.
Perusahaan itupun dilarang menggunakan teknologi Android dari Alphabet Inc untuk smartphone barunya. Sanksi dari AS, bersama dengan melemahnya konsumsi domestik akibat virus corona, semakin membebani kinerja Huawei.
Selain penurunan pendapatan, Huawei juga memproyeksikan tahun depan akan dipenuhi dengan tantangan.
“Lingkungan bisnis yang tidak terduga, politisasi teknologi, dan gerakan de-globalisasi yang berkembang semuanya menghadirkan tantangan serius,” tulis Chairman Huawei Guo Ping dalam surat yang dirilis pada situs web perusahaan.
Guo pun menyatakan akan tetap berpegang pada strategi dan menanggapi secara rasional kekuatan eksternal yang berada di luar kendali Huawei. Guo juga memastikan Huawei akan terus fokus pada infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan perangkat pintar. []
- Baca juga: Ponsel Lipat Huawei Dikabarkan Meluncur Februari 2022
- Baca juga: Harga dan Spesifikasi Huawei P50 dan Huawei P50 Pro












