Dua Perusahaan China Bangun Seribu Sekolah di Irak

- Editor

Selasa, 21 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi infrastruktur Irak yang hancur, termasuk sekolah. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Ilustrasi infrastruktur Irak yang hancur, termasuk sekolah. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id – Dua perusahaan China, menandatangani perjanjian dengan pemerintah Irak untuk membangun seribu sekolah di negara itu dalam jangka waktu dua tahun. Hal ini, disampaikan seorang pejabat pemerintah Irak.

“Negara ini membutuhkan total 8.000 sekolah untuk mengisi kesenjangan di sektor pendidikan,” tutur Hassan Mejaham selaku pejabat Kementerian Perumahan dilandir dari kantor berita resmi Irak.

Kesepakatan yang ditandatangani belum lama ini di hadapan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi menyatakan, Power China akan membangun 679 sekolah dan Sinotech membangun sebanyak 321 sekolah.

Irak yang sejatinya kaya akan minyak, telah menderita selama beberapa dekade dari kehancuran infrastruktur karena perang berturut -turut dan korupsi yang endemik. Pembangunan sekolah pun akan selesai dalam dua tahun.

Mejaham menjelaskan, fase pertama serah terima dilakukan setahun setelah pekerjaan dimulai dalam waktu dekat. Ia menambahkan, pemerintah Irak akan membayar proyek tersebut dengan menggunakan produk minyak. Sedangkan fase kedua adalah rencana pembangunan 3.000 sekolah tambahan. Sebanyak 4.000 sekolah lagi akan dibangun di fase akhir.

“Konflik puluhan tahun dan kurangnya investasi di Irak telah menghancurkan apa yang dulunya merupakan sistem pendidikan terbaik di wilayah tersebut,” ungkap UNICEF di situs web resminya, Senin (20/12/2021).

Menurut UNICEF, satu dari setiap dua sekolah sekarang dalam keadaan rusak dan membutuhkan rehabilitasi. Di negara berpenduduk 40 juta orang, ada hampir 3,2 juta anak-anak Irak usia sekolah yang tidak bersekolah.

Sementara Pengusaha Tiongkok Chen Xianzhong mengatakan, proyek sekolah ini mewakili minat perusahaan Tiongkok yang tumbuh di negara di sepanjang Inisiatif Infrastruktur Belt and Road (BRI).

Baca Juga :   Anies Serahkan JIS Kepada Jakmania, Warga Jakarta, dan Indonesia

Menurut pengusaha China yang telah berinvestasi di Irak selama lebih dari 20 tahun ini, Investasi Tiongkok keluar dari bantuan kemanusiaan dan pertimbangan politik. Sekolah yang akan dibangun tersebut tersebar di seluruh Irak, yang berarti biaya keamanan sangat besar di tengah ketidakstabilan politik yang tersisa dan keuntungan bagi perusahaan milik negara Tiongkok sangat tipis. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Berita Terbaru