Pelopor.id | China Mobile menargetkan dapat meraih dana segar sebesar 56 miliar yuan, atau setara USD 8,8 miliar dalam rencana penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di bursa Shanghai. China Mobile sendiri merupakan salah satu operator jaringan seluler terbesar di dunia, berdasarkan jumlah pelanggan.
Rencananya, perusahaan tersebut akan menjual sebanyak-banyaknya 845 juta saham, dengan harga IPO di level 57,58 yuan per lembar saham, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/12/2021).
Baca juga: Startup Tiongkok SenseTime Tetap Gelar IPO Meski Masuk Daftar Hitam AS
China Mobile yang juga terdaftar di bursa saham Hong Kong, berencana menggelar IPO di Shanghai setelah dipaksa keluar dari Bursa Efek New York, terkait pembatasan investasi Amerika Serikat (AS). Mereka mengikuti kompetitornya, yaitu China Telecom dan China Unicom, yang juga diusir dari bursa AS.
Sebenarnya, delisting berasal dari keputusan era pemerintahan Donald Trump yang membatasi investasi AS di perusahaan teknologi China.
Setelah Amerika berganti presiden, ternyata kebijakan era Trump masih tetap dibiarkan dan tidak berubah oleh pemerintahan Joe Biden, di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Beijing. []
Baca juga: LG Energy Solution Berencana IPO Januari 2022












