Perbedaan Krisis Evergrande dengan Lehman Brothers

0
Perbedaan Krisis Evergrande dengan Lehman Brothers
Perbedaan Krisis Evergrande dengan Lehman Brothers. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id – Krisis utang raksasa properti Tiongkok, Evergrande senilai 300 miliar dolar Amerika menyita perhatian publik. Banyak yang membandingkan krisis utang ini dengan momen krisis Lehman Brothers.

Menurut Analis Silk Road Research Motwani yang dilansir dari BBC, Evergrande mengalami krisis setelah terkena kebijakan tiga garis merah yang diumumkan lebih dari setahun yang lalu.Tiga garis merah adalah serangkaian ambang batas utang yang membatasi kemampuan pengembang properti tertentu untuk meminjam.

Selama beberapa dekade, sektor properti telah melakukan banyak pinjaman yang tidak terkendali. Sesuatu yang oleh bank sentral China, yakni People’s Bank of China (PBOC) dinilai sebagai langkah sembrono.

Sementara Beijing menangani situasi krisis ini dengan cara sangat berbeda dengan Washington menangani kebangkrutan Lehman Brothers pada 2008. Perbedaan utama krisis Evergrande dan Lehman Brothers adalah pada peran pemerintah.

Di Amerika Serikat pemerintah menilai perlu untuk bertindak. Mereka harus mengeluarkan undang-undang agar memiliki wewenang untuk campur tangan, tetapi berbeda dengan pemerintah Tiongkok yang enggan melakukan hal tersebut.

Tiongkok jauh lebih selektif dengan tindakannya daripada Amerika. Tidak seperti Washington yang menyelamatkan beberapa bank terbesar di dunia, Partai Komunis Tiongkok mengambil pendekatan yang sedikit demi sedikit.

Para ahli memperkirakan, restrukturisasi Evergrande bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Kepala Riset China dan Asia di perusahaan penasihat investasi TS Lombard, Rory Green mengatakan bahwa skenario restrukturisasi paling mudah bagi Evergrande adalah memecah perusahaan menjadi unit kecil yang terpisah-pisah.

Skenario ini membuat bank-bank regional ditugaskan menangani unit-unit terpisah itu untuk memastikan stabilitas sektor dan ekonomi. []