Perbedaan Krisis Evergrande dengan Lehman Brothers

- Editor

Senin, 20 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perbedaan Krisis Evergrande dengan Lehman Brothers. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Perbedaan Krisis Evergrande dengan Lehman Brothers. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id – Krisis utang raksasa properti Tiongkok, Evergrande senilai 300 miliar dolar Amerika menyita perhatian publik. Banyak yang membandingkan krisis utang ini dengan momen krisis Lehman Brothers.

Menurut Analis Silk Road Research Motwani yang dilansir dari BBC, Evergrande mengalami krisis setelah terkena kebijakan tiga garis merah yang diumumkan lebih dari setahun yang lalu.Tiga garis merah adalah serangkaian ambang batas utang yang membatasi kemampuan pengembang properti tertentu untuk meminjam.

Selama beberapa dekade, sektor properti telah melakukan banyak pinjaman yang tidak terkendali. Sesuatu yang oleh bank sentral China, yakni People’s Bank of China (PBOC) dinilai sebagai langkah sembrono.

Sementara Beijing menangani situasi krisis ini dengan cara sangat berbeda dengan Washington menangani kebangkrutan Lehman Brothers pada 2008. Perbedaan utama krisis Evergrande dan Lehman Brothers adalah pada peran pemerintah.

Di Amerika Serikat pemerintah menilai perlu untuk bertindak. Mereka harus mengeluarkan undang-undang agar memiliki wewenang untuk campur tangan, tetapi berbeda dengan pemerintah Tiongkok yang enggan melakukan hal tersebut.

Tiongkok jauh lebih selektif dengan tindakannya daripada Amerika. Tidak seperti Washington yang menyelamatkan beberapa bank terbesar di dunia, Partai Komunis Tiongkok mengambil pendekatan yang sedikit demi sedikit.

Para ahli memperkirakan, restrukturisasi Evergrande bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Kepala Riset China dan Asia di perusahaan penasihat investasi TS Lombard, Rory Green mengatakan bahwa skenario restrukturisasi paling mudah bagi Evergrande adalah memecah perusahaan menjadi unit kecil yang terpisah-pisah.

Skenario ini membuat bank-bank regional ditugaskan menangani unit-unit terpisah itu untuk memastikan stabilitas sektor dan ekonomi. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Penambangan Ilegal Bitcoin Buat Polusi Makin Kacau di Tiongkok

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru