Kejatuhan Evergrande Pengaruhi Seluruh Taipan Properti di Tiongkok

- Editor

Sabtu, 18 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perumahan. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi perumahan. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Kejatuhan Evergrande Group telah mempengaruhi sektor properti di Tiongkok. Seperti diketahui, utang dan saham Evergrande diperdagangkan mendekati rekor terendah setelah gagal memenuhi kewajibannya, dan Fitch Ratings melabelinya sebagai mangkir.

Bahkan, tahun 2021 terbilang menjadi periode terburuk bagi para taipan properti di Negeri Tirai Bambu sejak 2012. Banyak di antara mereka yang akhirnya kehilangan status miliarder.

Bloomberg Billionaires Index menunjukkan, taipan properti Tiongkok yang masuk daftar 500 orang terkaya di dunia telah kehilangan lebih dari USD 46 miliar sepanjang tahun 2021. Kekayaan bos Evergrande Hui Ka Yan sendiri telah berkurang sebesar USD 17,2 miliar, dan menjadi salah satu penurunan terbesar untuk tahun 2021.

Pernah menjadi orang terkaya kedua di Asia, kekayaan Hui sekarang hanya sekitar USD 6,1 miliar lantaran saham unit kerajaan bisnisnya telah jatuh dan Pemerintah Tiongkok mendesaknya menggunakan kekayaan pribadinya untuk membantu membayar utang.

Awal bulan ini, Gubernur Bank Sentral Tiongkok mengatakan gejolak Evergrande harus ditangani oleh pasar, menandakan bahwa pemerintah tidak akan menyelamatkan pengembang yang saat ini memiliki utang terbesar di dunia, yaitu lebih dari USD 300 miliar.

Mengutip Bloomberg, Jumat (17/12/2021), Profesor Ekonomi Universitas China Hong Kong Terence Chong memprediksi sektor properti akan melambat dengan penyaluran kredit yang lebih rendah dari bank. Bahkan menurutnya, properti akan jadi sektor yang kurang mainstream di masa depan. []

Baca juga: Susul Evergrande, Pengembang Sunshine 100 China Gagal Bayar Obligasi

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Penjualan Ritel Tiongkok Anjlok ke Level Terendah Sejak Pandemi

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru