Pelopor.id – Binance Holdings Ltd, Penyedia infrastruktur blockchain dan cryptocurrency terbesar di dunia, membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan konsorsium yang dipimpin MDI Ventures, perusahaan modal ventura milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Kolaborasi ini, dalam rangka mengembangkan platform pertukaran aset kripto, juga kedepannya bisa untuk membentuk bursa kripto.
Pendiri dan CEO Binance Changpeng ‘CZ’ Zhao mengatakan, Binance berambisi menumbuhkan ekosistem blockchain dan cryptocurrency secara global. Hal ini mendorong Binance dengan konsorsium yang dipimpin MDI Ventures membentuk inisiasi pengembangan cryptocurrency di Indonesia.
“Dengan adopsi teknologi yang cepat dan potensi ekonomi yang kuat, Indonesia dapat menjadi pusat terkemuka ekosistem blockchain dan kripto di Asia Tenggara,” tuturnya belum lama ini.
Sementara CEO MDI Donald Wihardja mengatakan, cryptocurrency, crypto assets, dan blockchain menghadirkan bagian penting yang tidak dapat disangkal dari infrastruktur keuangan dan digital lainnya di masa depan. MDI sendiri sebagai lengan investasi teknologi dan pemandu teknologi Telkom, sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam proyek ini.
Baca juga :
- MUI Sebut Kripto Haram Sebab Tidak Memenuhi Sil’ah, Begini Penjelasannya
- Mata Uang Kripto Capai Valuasi US$ 3 Triliun untuk Pertama Kalinya
- Dukung Uang Kripto, Wali Kota New York Ingin Gaji Bitcoin
“Kami berharap dapat bertumbuh bersama Binance dan mitra investasi kami dan menjembatani peluang dan teknologi dengan Telkom untuk membantu peningkatan kemampuan Indonesia dalam infrastruktur digital ini,” sebutnya.
Pembentukan joint venture, adalah bagian dari strategi Binance yang lebih luas untuk menumbuhkan ekosistem blockchain global. Pengumuman tersebut juga sejalan dengan pengumuman terbaru tentang inisiatif 100M EUR Binance untuk mendukung pengembangan ekosistem blockchain Prancis dan Eropa, serta investasi Binance Asia Services di Hg Exchange (HGX) yang berbasis di Singapura.
Terkait hal yang sama, Senior Vice President (SVP) Corporate Communication & Investor Relations Telkom Ahmad Reza mengatakan, selain prinsip GCG, kemitraan dilakukan setelah regulasi bursa kripto sudah memadai baik dari sisi keamanan, transparansi, dan perlindungan investor.
“Kami harus kerja sama dengan pemain top di bidang kripto dan yang regulasinya sudah memadai,” tandasnya.
Adapun keseriusan Grup Telkom ke bisnis mata uang digital menurut Ahmad Reza lantaran didukung masih besarnya ceruk dan karakter pasar yang sesuai untuk bisnis kripto di Indonesia. []












