Pelopor.id | Perusahaan biofarmasi asal Australia, CSL Ltd, menyatakan saat ini sedang dalam penjajakan untuk mengakuisisi produsen obat asal Swiss, Vifor Pharma Ltd. Nilai kesepakatan itu mencapai sekitar AUD 10 miliar, atau sekitar USD 7,2 miliar.
Negosiasi ini dilakukan ketika perusahaan raksasa Australia itu tengah menghadapi tekanan untuk menghasilkan pertumbuhan di luar bisnis utamanya, yaitu mengumpulkan plasma darah yang diubah menjadi obat untuk penyakit langka dan produksi vaksin.
Jika berhasil, para analis memprediksi, kesepakatan ini akan menjadi akuisisi CSL yang terbesar. Selain itu juga membuka akses bagi CSL ke lokasi produksi Vifor di Swiss dan Portugal, serta pasar Vifor dalam perawatan kekurangan zat besi, penyakit ginjal dan kardio-ginjal.
Namun, mereka menyatakan bahwa manfaat untuk CSL mungkin terbatas, lantaran tidak ada penghematan biaya dari bergabungnya dengan Vifor.
Saat ini, CSL sendiri telah melaporkan lemahnya pasar untuk pengumpulan darah akibat pandemi Covid-19, seperti dikutip dari Reuters, Senin (13/12/2021).
Selain itu, prospek untuk bisnis vaksinnya juga meredup setelah Australia lebih memilih produk Pfizer/BioNTech sebagai alat inokulasi, dibandingkan dengan AstraZeneca Plc yang diproduksi CSL.
Padahal, program vaksin itu sempat membantu mendorong saham CSL ke rekor tertingginya pada awal 2020 lalu. []
Baca juga: Farmasi Global Ramai-ramai Produksi Vaksin Omicron












