Pelopor.id | Komisi Persaingan dan Konsumen Australia atau The Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) menyetujui pengambilalihan Sydney Airport Holdings senilai A$ 23,6 miliar atau sekitar US$ 17 miliar. Hal ini mengantarkan salah satu pembelian terbesar di negara itu mendekati hasil.
Seperti diketahui, pada bulan lalu telah terjadi kesepakatan bahwa Bandara Sydney akan dibeli oleh Sydney Aviation Alliance (SAA), yang terdiri dari Investor IFM, QSuper, AustralianSuper dan Mitra Infrastruktur Global yang berbasis di Amerika Serikat (AS).
Pihak ACCC melihat kesepakatan itu tidak mungkin mengurangi persaingan, sehingga mereka juga tidak menuntut IFM melepaskan sahamnya di bandara Australia. IFM sendiri memiliki saham di sembilan bandara di seluruh Australia, termasuk lebih dari 25% saham di Melbourne dan 20% di Brisbane.
“Penilaian kepemilikan silang antara bandara Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth, dan Adelaide menemukan persaingan terbatas, sehingga tidak mungkin bagi satu anggota konsorsium untuk menguasai bandara,” ujar pihak ACCC, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (09/12/2021).
Sementara itu dalam pernyataan terpisah, pihak Bandara Sydney mencatat pernyataan ACCC dan mengatakan kesepakatan itu juga telah disetujui oleh Komisi Eropa. Namun, mereka masih membutuhkan izin dari Dewan Peninjau Investasi Asing Australia dan pemegang saham perusahaan. []
Baca juga: Boeing 737 Max Kantongi Izin Terbang Kembali dari China












