Twitter Akui Kelemahan Kebijakan Penghapusan Konten

0
Twitter
Logo Twitter. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id – Twitter, akui kelemahan dalam kebijakan baru mereka soal penghapusan konten. Sejumlah pihak, memanfaatkan aturan ini untuk mendesak Twitter menghapus unggahan tanpa persetujuan.

Aturan baru itu, pengguna tidak lagi dibiarkan mengunggah gambar atau video personal orang lain tanpa persetujuan. Hal ini, disebut untuk mencegah pelecehan pelanggaran privasi dan penyalahgunaan di Twitter.

Namun, kebijakan ini memicu persoalan baru lantaran siapa pun kini bisa melaporkan dan meminta Twitter menghapus unggahan. Sejumlah pihak juga diketahui memanfaatkan hal tersebut untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab.

“Kami sadar sejumlah besar laporan terkoordinasi dan berbahaya. Sayangnya tim penegakan kami membuat beberapa kesalahan,” tutur Twitter dikutip dari AFP Minggu 5/12/2021.

Baca juga : 

Kesalahan ini diketahui setelah seorang peneliti di Philadelphia Gwen Snyder mengaku akunnya diblokir akhir pekan ini. Twitter memblokir akun miliknya setelah ada yang melaporan serangkaian foto yang ia unggah pada 2019. Foto tersebut menunjukkan kandidat politik lokal pada pawai kelompok ekstrem Proud Boys.

Sebelumnya Twitter mengeluarkan kebijakan bahwa berbagai media privat seperti gambar atau video berpotensi melanggar privasi dan dapat mengakibatkan kerugian emosional atau fisik tetapi penghapusan konten itu tidak dilakukan begitu saja pihak yang dicatat dalam konten gambar maupun video Tanpa Izin itu perlu melaporkannya terlebih dahulu kepada Twitter dan kemudian Twitter melakukan peninjauan tetapi Hal inilah justru yang bisa memicu penyalahgunaan lebih lanjut.

Sementara Senior digital forensic resort Atlantic Council Emerson Brooking mengatakan, aturan yang ditulis begitu luas ini bisa membuat Kebanyakan orang dapat mengajukan keluhan tentang siapapun. []