Kasus COVID-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara Ini

0
Ilustrasi peringatan COVID-19. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Pelopor.id | Belakangan ini, COVID-19 dilaporkan kembali melonjak di sejumlah negara di Eropa, Asia dan Amerika. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah sejumlah negara yang kembali melaporkan lonjakan kasus COVID-19 dan beberapa di antaranya terpaksa menerapkan aturan lockdown lagi.

  1. Perancis

Meski belum ada rencana lockdown, varian Delta menjadi penyumbang terbesar kenaikan kasus COVID di Perancis. Bahkan, pada Rabu (10/11/2021), Menteri Kesehatan Perancis Olivier Veran mengatakan, Perancis berada diawal gelombang kelima pandemi.

Tercatat, per Kamis (11/11/2021) ada 12.603 kasus Corona di Perancis, dengan penambahan kasus meninggal sebanyak 17 orang.

  1. Belanda

Belanda kembali mencatat kenaikan kasus COVID-19 sebanyak 16.287 orang, dengan 26 kematian, pada Kamis (11/11/2021). Lonjakan kasus di Belanda diperkirakan dimulai saat aturan jarak sosial dicabut pada akhir September, seperti dikutip dari Reuters.

Tak lama setelah itu, terjadi penambahan kasus hingga dua kali lipat. Akibat kenaikan ini, Belanda pun berencana memberlakukan lockdown parsial pertama.

  1. Jerman

Setelah sempat berhasil menangani pandemi dan menuai pujian, Jerman kini menghadapi gelombang keempat COVID-19, seperti dikutip dari Evening Standard.

Pada Jumat (12/11/2021), Jerman melaporkan jumlah kasus COVID-19 baru tertinggi kedua. Berdasarkan data Institut Robert Koch, ada 48.640 infeksi COVID-19 di Jerman dan 191 kasus meninggal.

Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran terjadinya lockdown kembali, terutama jika vaksinasi tidak digencarkan.

4. Austria

Selama sepekan terakhir, kasus baru COVID-19 di Austria dilaporkan menyentuh 815 per 100.000 orang. Negara itupun akhirnya memperketat aturan dengan menerapkan lockdown terhadap jutaan orang yang tidak divaksinasi mulai Senin (15/11/2021).

Bagi mereka yang tidak divaksinasi, hanya boleh meninggalkan rumahnya untuk kepentingan tertentu seperti bekerja atau berbelanja kebutuhan pokok.

Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer menegaskan akan ada pemeriksaan menyeluruh selama lockdown. Bagi yang melanggar, bisa didenda hingga 1.450 euro atau sekitar Rp 23 juta, dan petugas polisi akan memeriksa status vaksinasi warga.

Reuters melaporkan memang banyak warga Austria yang skeptis soal vaksin. Hal itu terlihat dari hanya 65 persen populasi Austria yang telah menerima dua dosis vaksin COVID-19, salah satu cakupan vaksinasi terendah di Eropa barat.

  1. China

Otoritas wilayah bagian utara China juga disebut akan kembali melakukan lockdown, akibat adanya lonjakan kasus COVID-19.

Tercatat, ada lebih dari 100 kasus harian positif di 11 provinsi, antara lain Mongolia dalam, Gansu, Ningxia, Guizhou dan Beijing.

  1. Negara bagian Amerika Serikat

Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, seperti Michigan, Vermont, Colorado dan New Mexico juga mengalami lonjakan kasus COVID-19.

Bahkan, rumah sakit di New Mexico dan Colorado sudah mulai kewalahan akibat melonjaknya jumlah pasien COVID-19. Selain itu, satu rumah sakit di Michigan juga melaporkan sedang mengobati hampir 400 pasien COVID. []