Varian Delta Plus Mulai Masuk Malaysia dan Singapura

0
Ilustrasi Virus Corona. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Pelopor.id | Virus Corona AY.4.2 atau varian ‘Delta Plus’ telah ditemukan di Singapura dan Malaysia. Dikutip dari Channel News Asia, Rabu (10/11/2021), dua kasus pertama di Malaysia berasal dari siswi yang baru pulang dari Inggris. Belakangan ini, varian ‘Delta Plus’ memang menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus Covid-19 di Inggris.

Per Selasa (09/11/2021), tercatat ada 5.403 orang yang terinfeksi Corona di Malaysia. Angka itu bertambah dari hari sebelumnya yang tercatat 4.543 kasus. Padahal, selama empat hari terakhir Malaysia terbilang mengalami tren penurunan kasus baru Covid-19.

Adapun total kasus Covid-19 di Malaysia telah mencapai 2.517.173, dengan total meninggal melampaui 7.600 kasus.

Hari ini juga teridentifikasi enam klaster baru di Malaysia, yang tiga di antaranya dilaporkan dari tempat kerja dan tiga lainnya terhubung dengan institusi pendidikan tinggi, institusi pendidikan dan fasilitas holding.

Sementara, Singapura melaporkan 3.397 kasus baru Covid-19 pada Selasa (09/11/2021).

Sebanyak 12 orang di antaranya meninggal dunia akibat komplikasi virus Corona, dengan rentang usia 58-95 tahun dan semuanya belum menerima vaksin. Dengan demikian, total kematian di Singapura akibat Covid-19 telah mencapai 523 orang.

Baca juga: Pemerintah Beli 1 Juta Molnupiravir untuk Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19

Dikutip dari Healthline, Direktur University College London Genetics Institure Francois Balloux, PhD. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkapkan, varian AY.4.2 atau ‘Delta Plus’ kemungkinan 10 persen lebih menular dibandingkan varian Delta yang paling umum, AY.4.

Namun, Spesialis Penyakit Dalam dan Paru di Lenox Hill Hospital di New York Dr. Len Horovitz mengatakan, “Menular bukan berarti lebih berbahaya.”

Menurutnya, masa inkubasi virus yang lebih pendek membuat virus lebih cepat dan lebih mudah menyebar dibandingkan yang membutuhkan masa inkubasi lebih lama.

Varian ‘Delta Plus’ memiliki dua mutasi tambahan pada protein lonjakan, yaitu Y145H dan A222V.

Hingga akhir Oktober 2021, varian AY.4.2 mewakili 10 persen dari total sekuensing genom lengkap yang dilakukan di Inggris. Badan Keamanan Kesehatan Inggris pun menetapkan AY.4.2 sebagai varian yang tengah diselidiki. []