Asing Jual Obligasi Thailand Hingga Rp 52,9 T Sejak Perang Rusia-Ukraina

- Editor

Jumat, 1 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi baht. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi baht. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Asosiasi Pasar Obligasi Thailand atau The Thai Bond Market Association (TBMA) menyebutkan, lebih dari 123 miliar baht (Rp 52,9 triliun) modal asing telah keluar dari pasar obligasi Thailand, sejak Rusia menyerang Ukraina pada 24 Februari hingga 28 Maret.

Pasar melihat arus keluar 100 miliar baht pada bulan Maret lantaran sentimen lebih lanjut ditekan oleh kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Ahli strategi pasar Krungthai Bank Poon Panichpibool memprediksi, dana asing akan kembali ke pasar obligasi Thailand pada semester kedua tahun ini ketika ekonomi mulai pulih, The Fed memiliki arah yang lebih jelas untuk kebijakan moneternya, dan situasi perang Rusia-Ukraina mulai membaik.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Thailand 10 tahun telah meningkat menjadi 2,54%, lantaran pasar memperkirakan lembaga pemeringkat kredit internasional akan menurunkan peringkat Thailand tahun ini, sebagai akibat dari perlambatan ekonomi yang dipicu oleh harga energi dan biaya produksi yang lebih tinggi.

Mengutip Bangkok Post, analis dari Yuanta Securities Research juga memperkirakan pemerintah Thailand akan menerbitkan obligasi dan mengambil pinjaman senilai total sekitar 1,5 triliun baht tahun ini, untuk menghidupkan kembali perekonomian. Namun hal itu akan menyebabkan pasokan obligasi pemerintah meningkat dramatis, sehingga menekan harga.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Dorong Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan, Pemerintah Lanjutkan Operasi Pasar

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 21:11 WIB

Ade Govinda dan Gloria Jessica Luncurkan Lagu Terbelah Jadi Dua

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Senin, 13 April 2026 - 01:01 WIB

LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta

Jumat, 10 April 2026 - 16:57 WIB

Buitenstage Vol. 5 Satukan Brokenscene, Joanna Andrea, dan RANGR

Kamis, 9 April 2026 - 22:08 WIB

Tiket Presale Konser Avenged Sevenfold di Jakarta Ludes dalam 1 Jam

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB