Pemerintah Beli 1 Juta Molnupiravir untuk Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19

- Editor

Senin, 8 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Obat covid-19 Molnupiravir. (Foto: Pelopor.id/rarrarorro / Shutterstock.com)

Obat covid-19 Molnupiravir. (Foto: Pelopor.id/rarrarorro / Shutterstock.com)

Pelopor.id  – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pemerintah sudah mencapai kesepakatan untuk membeli 600 ribu hingga 1 juta unit obat Covid-19, Molnupiravir, buatan Merck.

“Rencananya kita akan beli dulu sementara 600-1 juta tablet bulan Desember, jadi mempersiapkan diri dulu, kalau terjadi (lonjakan kasus) setidaknya obatnya sudah ada.”

Rencananya, pengiriman tahap pertama obat tersebut, akan tiba di tanah air pada akhir tahun ini. Berdasarkan perhitungan terbaru, harga obat Covid-19 Molnupiravir, sekitar 40 hingga 50 dolar Amerika per-unit. Menurut Budi, harga Molnupiravir tergolong murah lantaran hanya membutuhkan kurang dari Rp1 juta untuk pengobatan satu pasien Covid-19 hingga sembuh.

“Hitungan kami ini $40-50 dolar AS, jadi enggak terlalu mahal. Kemarin saya ke Amerika sudah deal dengan Merck, rencananya kita akan beli dulu sementara 600-1 juta tablet bulan Desember, jadi mempersiapkan diri dulu, kalau terjadi (lonjakan kasus) setidaknya obatnya sudah ada,” tutur Budi dalam Rapat Kerja dengan DPR RI, Senin (8/11/2021).

Pasien Covid-19 berdasarkan uji klinis Molnupiravir oleh Merck, membutuhkan 8 tablet obat Molnupiravir setiap harinya yang dikonsumsi hingga 5 hari. Berarti, seorang pasien Covid-19 membutuhkan kurang lebih 40 tablet Molnupiravir yang dikonsumsi selama 5 hari dengan harga sekitar Rp713 ribu.

Baca juga :

“Molnupiravir itu diberikan pada pasien yang saturasi oksigennya di atas 95. Kalau dia (pasien Covid-19) gak harus ke RS, saturasi oksigen masih di atas 94-95, berdasarkan hasil uji klinis itu 50 persen bisa sembuh tanpa perlu masuk RS,” tegas Budi.

Sementara untuk jangka menengah, Indonesia akan berupaya mendapatkan lisensi melalui Merck. Adapun untuk saat ini pemerintah mengajak sejumlah perusahaan BUMN dan swasta segera mendapatkan hak patennya, agar kedepan Indonesia bisa memproduksi sendiri obat Malnupiravir di tanah air. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Daftar Daerah yang Menerapkan PPKM Darurat

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:37 WIB

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Berita Terbaru