Pemerintah Jajaki Beberapa Alternatif Obat Covid-19

0
Ilustrasi obat. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Pelopor.id | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah terus menjajaki beberapa alternatif obat Covid-19, sebagai bagian dari usaha untuk dapat segera mengatasi pandemi.

Saat ini, Luhut bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sedang berada di Amerika Serikat (AS) untuk melakukan pertemuan dengan Merck, mengenai obat Molnupiravir.

Selain obat Molnupiravir, ada juga obat Proxalutamide yang sedang dalam tahap uji klinis ketiga di Indonesia dan sedang berproses di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Alternatif lain adalah AT-527 yang dikembangkan oleh Roche and Athea. Ketiga obat tersebut menunjukkan potensi untuk menjadi obat Covid-19.

Namun, Luhut menekankan bahwa Indonesia tidak ingin hanya sekadar menjadi pembeli, melainkan para produsen obat tersebut diharapkan melakukan kerja sama, melakukan investasi dan produksinya di Indonesia.

Hingga saat ini, situasi pandemi terus terkendali pada tingkat yang rendah. Kasus konfirmasi Indonesia dan Jawa-Bali masing-masing telah turun hingga 99% dari kasus puncaknya pada 15 Juli 2021 lalu. Selain itu, angka reproduksi efektif Bali akhirnya turun di bawah 1, mengikuti angka nasional dan Pulau Jawa, yang mengindikasikan terkendalinya pandemi Covid-19.

Rendahnya kasus konfirmasi harian juga menyebabkan kasus aktif nasional dan Jawa Bali terus menunjukkan penurunan. Saat ini, hanya tersisa kurang dari 20 ribu kasus aktif di nasional dan kurang dari 8 ribu kasus aktif di Jawa Bali. Jauh menurun dibandingkan lebih dari 570 ribu kasus aktif pada puncak varian Delta.

Meski demikian, Presiden Joko Widodo tetap menekankan kepada Luhut Pandjaitan dan semua pihak, agar sangat berhati-hati dan menyiapkan seluruh langkah mitigasi apabila terjadi gelombang ketiga akibat Libur Natal dan Tahun Baru yang disebabkan oleh tingginya mobilitas masyarakat dan menurunnya efek imunitas pasca vaksinasi. []