Test PCR Mahal, Pengamat Gaungkan “No Vaksin No Holiday”

0
Taufan Rahmadi
Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi. (Foto:Pelopor.id/FB TR)

Pelopor.id – Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi meminta agar Pemerintah tidak memberatkan wisatawan dengan mewajibkan test PCR sebagai syarat bepergian dengan Pesawat udara lantaran biayanya yang masih mahal.

“No Vaksin No Holiday.”

“Jangan lagi diberatkan wisatawan dengan PCR yang biayanya besar, dengan karantina lagi. Fokus vaksin, itu udah paling utama ya “No vaksin No Holiday”, tuturnya kepada Pelopor.id, Jumat, 22 Oktober 2021.

Menurut penulis buku Protokol Destinasi itu, sudah saatnya Pemerintah melalui kebijakannya merealisasikan agar masyarakat bisa hidup berdampingan dengan covid-19.

“Sudah waktunya kebijakan Pemerintah kita “living side by side with covid-19”. Caranya gimana? ya protokol kesehatan diterapkan, vaksin dilakukan, dikencangkan,” tandas TR panggilan akrabnya.

Taufan Rahmadi juga meminta Pemerintah untuk memperbolehkan masyarakat pergi berlibur dengan syarat utama vaksinasi dan penerapan prokes ketat.

“Kalau vaksin sudah, protokol kesehatan sudah, ya sudahlah mereka bisa berwisata,” tandasnya.

Sebelumnya, Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa, kewajiban PCR bagi calon penumpang pesawat, adalah untuk mengantisipasi kasus negatif palsu dalam tes usap antigen.

Sebab, sensitivitas tes antigen tidak mendekati kondisi sebenarnya dibandingkan dengan tes PCR. []