Pelopor.id | Senat Amerika Serikat (AS) sepakat menaikkan batas utang negaranya untuk sementara waktu, guna menghindari gagal bayar yang menurut para ahli dapat menghancurkan perekonomian AS. Senator setuju meningkatkan batas utang sebesar USD 480 miliar, yang akan mencakup AS hingga awal Desember 2021, seperti dikutip dari BBC, Senin (11/10/2021).
Kebijakan ini disetujui Senat kurang dari dua minggu sebelum AS ditetapkan tidak dapat meminjam uang atau melunasi pinjaman untuk pertama kalinya. Jika AS gagal membayar utang, menurut para ahli, hal itu akan sangat merugikan peringkat kredit negara, menjerumuskan sistem keuangan global ke dalam kekacauan, dan mungkin menyebabkan resesi yang ditimbulkan sendiri.
Baca juga: Volvo Bersiap IPO untuk Danai Proyek Mobil Listrik
RUU itu disetujui dengan suara 50-48, setelah mengalami dinamika selama berminggu-minggu. Pemungutan suara dilakukan setelah pemimpin Senat Republik Mitch McConnell menawarkan dukungan untuk perpanjangan jangka pendek. Sebelumnya, Senat Republik menyebutkan bahwa menaikkan batas utang adalah tanggung jawab Demokrat karena memegang kekuasaan di Gedung Putih dan kedua ruang Kongres.
Setelah pemungutan suara, pemimpin mayoritas Senat Demokrat Chuck Schumer mengatakan, Partai Republik telah memainkan permainan partisan yang berisiko dan berbahaya. “Yang dibutuhkan sekarang adalah solusi jangka panjang agar kita tidak melalui drama berisiko ini setiap beberapa bulan,” ungkapnya.
Baca juga: China dan Iran Dituduh Gunakan Facebook untuk Spionase
Namun sejumlah anggota senior Republik menyerang keputusan McConnell untuk mencapai kesepakatan dengan Schumer. Senator Carolina Selatan Lindsey Graham menyebut langkah itu sebagai penyerahan total. Anggota parlemen AS masih harus mengatasi masalah ini menjelang batas waktu Desember untuk mencegah gagal bayar. []












