Berpotensi Gagal Bayar, AS Naikkan Sementara Batas Utangnya

- Editor

Senin, 11 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi uang kertas dolar. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Ilustrasi uang kertas dolar. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Pelopor.id | Senat Amerika Serikat (AS) sepakat menaikkan batas utang negaranya untuk sementara waktu, guna menghindari gagal bayar yang menurut para ahli dapat menghancurkan perekonomian AS. Senator setuju meningkatkan batas utang sebesar USD 480 miliar, yang akan mencakup AS hingga awal Desember 2021, seperti dikutip dari BBC, Senin (11/10/2021).

Kebijakan ini disetujui Senat kurang dari dua minggu sebelum AS ditetapkan tidak dapat meminjam uang atau melunasi pinjaman untuk pertama kalinya. Jika AS gagal membayar utang, menurut para ahli, hal itu akan sangat merugikan peringkat kredit negara, menjerumuskan sistem keuangan global ke dalam kekacauan, dan mungkin menyebabkan resesi yang ditimbulkan sendiri.

Baca juga: Volvo Bersiap IPO untuk Danai Proyek Mobil Listrik

RUU itu disetujui dengan suara 50-48, setelah mengalami dinamika selama berminggu-minggu. Pemungutan suara dilakukan setelah pemimpin Senat Republik Mitch McConnell menawarkan dukungan untuk perpanjangan jangka pendek. Sebelumnya, Senat Republik menyebutkan bahwa menaikkan batas utang adalah tanggung jawab Demokrat karena memegang kekuasaan di Gedung Putih dan kedua ruang Kongres.

Setelah pemungutan suara, pemimpin mayoritas Senat Demokrat Chuck Schumer mengatakan, Partai Republik telah memainkan permainan partisan yang berisiko dan berbahaya. “Yang dibutuhkan sekarang adalah solusi jangka panjang agar kita tidak melalui drama berisiko ini setiap beberapa bulan,” ungkapnya.

Baca juga: China dan Iran Dituduh Gunakan Facebook untuk Spionase

Namun sejumlah anggota senior Republik menyerang keputusan McConnell untuk mencapai kesepakatan dengan Schumer. Senator Carolina Selatan Lindsey Graham menyebut langkah itu sebagai penyerahan total. Anggota parlemen AS masih harus mengatasi masalah ini menjelang batas waktu Desember untuk mencegah gagal bayar. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Digitalisasi dan Modernisasi di Pelabuhan Harus Segera Dilakukan

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB