Digitalisasi dan Modernisasi di Pelabuhan Harus Segera Dilakukan

0
Ilustrasi pelabuhan. (Foto: Pelopor/Pixabay)

Pelopor.id | Staf Ahli Menko Bidang Manajeman Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Sahat Manaor Panggabean menyebutkan sejumlah upaya yang harus sesegera mungkin dilakukan, untuk mengatasi praktik kecurangan di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Salah satunya adalah transformasi digital dan modernisasi kepelabuhanan.

“Potret pelabuhan di Indonesia memang kalau bicara digitalisasi dan modernisasi, ini adalah suatu upaya yang harus dilakukan sesegera mungkin agar posisi kita bisa lebih baik, atau paling tidak bisa sama dengan negara lain di Asia dan sekitarnya,” ucap Sahat dalam sebuah wawancara di Jakarta, Senin (15/11/2021).

Menurut Sahat, penerapan modernisasi dan digitalisasi tentu akan memudahkan semua orang untuk memonitor, baik dari sisi perizinan maupun pelayanan kepelabuhanan.

Selain itu, Sahat mengatakan, secara global ada 3 simpul yang perlu dirapikan di pelabuhan. Pertama, simpul aktifitas perkapalan sebelum masuk ke pelabuhan. Kedua, aktifitas di pelabuhan itu sendiri, dan ketiga, aktifitas ketika barang keluar dari pelabuhan.

“Ketiga simpul ini harus kita rapikan dan harus terkoneksi secara online agar bisa dilakukan tracking dan tracing yang terintegrasi. Kalau sudah terintegrasi dengan baik, saya yakin kita bisa meminimalisir ruang gerak mafia,” ujar Sahat.

Baca juga: Bareskrim Polri Susun Jukrah Pemberantasan Mafia Pelabuhan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok KADIN Akbar Djohan menyatakan, praktik kecurangan di pelabuhan Indonesia seperti pungli memang harus dituntaskan. Pasalnya, biaya pungli tersebut akan memperburuk kinerja dan juga menambah cost logistic yang ada di pelabuhan itu sendiri. Menurut Akbar, adanya mafia salah satunya dipicu oleh masih adanya ruang pertemuan face to face antara pihak yang berkepentingan dan regulator di dalam pelabuhan.

“Sekarang kita bersama-sama kementerian akan mempercepat proses digitalisasi kepelabuhanan melalui yang namanya NLE (National Logistic Ecosystem), disitu akan menjamin kepastian biaya, kepastian waiting time kapal di pelabuhan. Semuanya akan secara transparan nampak di dashboard,” kata Akbar.

Dengan digitalisasi tersebut, Akbar yakin akan mempersempit ruang gerak dan meminimalisir kesempatan oknum untuk melakukan pungli di pelabuhan. []