Gus Halim Beberkan Strategi Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Papua

Gus Halim
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar hadiri kegiatan Start up dan Workshop Provinsi, program Transformasi Ekonomi Kampung (TEKAD) Provinsi Papua, Kamis (09/09/2021). Foto : Pelopor.id/Mugi/KemendesPDTT)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim mengatakan, ada lima strategi mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia khusus daerah Papua.

“Kalau lima strategi ini dijalankan, kita sangat yakin pada 2024 Indonesia bisa terbebas dari kemiskinan ekstrem, ini dimulai dari Indonesia Timur yaitu Papua dan Papua Barat.”

Setidaknya ada tujuh provinsi yang menjadi fokus pemerintah dalam penanganan kemiskinan ekstrem pada tahun 2021, diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Gus Halim
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar hadiri kegiatan Start up dan Workshop Provinsi, program Transformasi Ekonomi Kampung (TEKAD) Provinsi Papua, Kamis (09/09/2021). Foto : Pelopor.id/Mugi/KemendesPDTT)

Gus Halim menegaskan, pihaknya memiliki lima strategi dalam penanganan kemiskinan ekstrem itu. Adapun lima strategi yang dimaksud adalah Pengurangan pengeluaran; Peningkatan pendapatan; Pembangunan kewilayahan; Pendampingan desa; Kelembagaan.

Bacaan Lainnya

“Kalau lima strategi ini dijalankan, kita sangat yakin pada 2024 Indonesia bisa terbebas dari kemiskinan ekstrem, ini dimulai dari Indonesia Timur yaitu Papua dan Papua Barat,” tutur Gus Halim saat hadiri kegiatan Start up dan Workshop Provinsi, program Transformasi Ekonomi Kampung (TEKAD) Provinsi Papua, Kamis (09/09/2021).

Selanjutnya, Menteri Halim juga menjelaskan tahapan penanganan keluarga miskin ekstrem, yaitu dengan cara penuntasan data SDGs Desa; fokus implementasi kegiatan untuk warga miskin ekstrem; pendampinganan mustahil desa; pendampingan penyusunan APBDes; peningkatan kapasitas warga miskin ekstrem; penguatan posyandu kesejahteraan.

Baca Juga :   KKP Proses Hukum Pelaku Penambangan Pasir Laut di Pulau Rupat Riau

Menurutnya, semua strategi dan tahanapan itu dapat didukung dengan dana desa, sebagaimana disampaikan presiden Jokowi pemanfaatan dana desa ada dua yaitu untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM.

“Semua yang berkaitan dengan dua hal itu pemanfaatan dana desa boleh dibuat apa saja,” sebut Gus Menteri. []

Pos terkait