Gus Halim Ingin Kerjasama Pertamina dan BUMDes Tanpa Pihak Ketiga

0
Gus Halim Ingin Kerjasama Pertamina dan BUMDes Tanpa Pihak Ketiga
Gus Halim Ingin Kerjasama Pertamina dan BUMDes Tanpa Pihak Ketiga. (Foto:Pelopor.id/Kemendes PDTT)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar didampingi Istrinya Nyai Lilik Umi Nasriyah mengunjungi BUMDes Berkah Asri Desa Padangasri Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Jumat, 3 September 2021.

“BUMDes jangan sampai mematikan usaha-usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat di desa,” tandas Pria yang akrab disapa Gus Halim ini.”

Selain itu, Mendes Halim juga didampingi Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Harlina Sulistyorini. Hadir pula Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa dan pejabat desa Padangsari serta para pendamping desa.

Halim Iskandar menegaskan, dirinya ingin kerjasama antara BUMDes Berkah Asri dengan Pertamina tidak ada campur tangan pihak ketiga. Hal tersebut harus disertai dengan kesepakatan-kesepakatan yang jelas antar kedua belah pihak dan memberikan keuntungan untuk BUMDes.

“Kita tidak ingin ada tangan tangan lain. Sudah saya sampaikan ke pak Erick pokoke antara BUMDes dengan Pertamina. Kita tidak ingin ada vendor,” ungkap Gus Halim.

Pertashop sendiri, merupakan salah satu usaha BUMDes hasil kerjasama dengan PT Pertamina yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional di level desa. Halim Iskandar berharap BUMDes berperan memberikan kesejahteraan dan konsolidator untuk meningkatkan usaha masyarakat desa.

“BUMDes jangan sampai mematikan usaha-usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat di desa,” tandas Pria yang akrab disapa Gus Halim ini.

Selain itu, Gus Halim juga menjelaskan bahwa pertanian adalah sektor paling aman selama masa pandemi Covid-19. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi nasional yang paling cepat ada di level desa.

“Pertanian kan pasti di desa makanya kita berupaya ada pemulihan ekonomi nasional level desa yang juga diikhtiyari lebih maksimal lagi pada level desa,” pungkasnya. []