Program Sentra Ekonomi Garam Rakyat KKP Tunjukkan Hasil

- Editor

Selasa, 31 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Sentra Ekonomi Garam Rakyat KKP Tunjukkan Hasil. (Foto:Pelopor.id/KKP)

Program Sentra Ekonomi Garam Rakyat KKP Tunjukkan Hasil. (Foto:Pelopor.id/KKP)

Pelopor.id | Jakarta –  Program Sentra Ekonomi Garam Rakyat (SEGAR) yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) sejak tahun 2020, mulai menunjukkan hasil.

Keberadaan Gudang Garam Nasional (GGN) dan washing plant (alat pencuci garam) mampu memberikan nilai tambah bagi para petambak utamanya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat petambak garam.

“Bila harga kurang wajar, kami punya beberapa Gudang Garam Rakyat (GGR) dengan kapasitas tampung 100 ton.”

Hal ini, diungkapkan Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi saat bersama KKP meninjau lokasi GGN dan washing plant di Desa Krangkeng belum lama ini.

“Sejak washing plant beroperasi, harga garam yang sebelumnya berkisar antara Rp400 hingga Rp500 per kilogram, setelah diolah dan dikelola oleh koperasi kini harganya berkisar antara Rp1.800 hingga Rp1.900 per kilogram. Ini berdampak besar bagi perekonomian para petambak dan akan dirasakan saat musim panen raya,” tutur Edi berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Pelopor.id, Selasa, 31 Agustus 2021.

Edi menambahkan tahun 2011 rata-rata produksi garam rakyat di Indramyu sekitar 60 ton per hektare per musim, namun sejak KKP mendampingi kini produktivitasnya mencapai 130 ton per hektare per musim.

“Bila harga kurang wajar, kami punya beberapa Gudang Garam Rakyat (GGR) dengan kapasitas tampung 100 ton. Lalu ada juga 2 GGN bantuan KKP yang berkapasitas tampung masing-masing 2.000 ton, sehingga bahan baku garam untuk diolah dengan washing plant akan selalu tersedia,” ungkapnya.

Sentra Ekonomi Garam Rakyat KKP
Program Sentra Ekonomi Garam Rakyat KKP Tunjukkan Hasil. (Foto:Pelopor.id/KKP)

Sementara Plt. Direktur Jenderal PRL,Pamuji Lestari, saat meninjau ke lokasi GGN dan washing plant di Indramayu menjelaskan pembangunan garam rakyat melalui sentra ekonomi garam rakyat merupakan program KKP untuk memberdayakan petambak garam.

Baca Juga :   KKP Tetapkan Pengakuan dan Perlindungan 22 Masyarakat Hukum Adat dalam 5 Tahun

Program yang dilakukan di Desa Krangkeng Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat merupakan konsep pengembangan garam dari hulu ke hilir, mulai pra produksi, produksi, pasca produksi hingga pemasarannya.

“Washing plant di sini merupakan salah satu dari 7 washing plant yang dibangun KKP melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020. Melalui washing plant, kualitas garam mampu ditingkatkan kadar NaCl nya hingga 97% dan warnanya lebih putih,” tegas Tari.

Selain meninjau lokasi GGN dan washing plant di Kabupaten Indramayu, Tari juga menyempatkan diri untuk menyambangi washing plant di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Tari pun menegaskan, KKP terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan kualitas garam rakyat diiringi dengan pembinaan ke masyarakat.

“Kita harapkan ini bisa terus berlanjut, tidak hanya di Indramayu tapi juga di beberapa lokasi lainnya sejalan dengan instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk terus meningkatkan kesejahteraan petambak garam dan meningkatkan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR),” tandasnya. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lomba Desa Wisata Nusantara dan Lomba Literasi Budaya Desa Tahun 2024
Gandeng Damkar Bantaeng, Huadi Group Gelar Latihan Tanggap Darurat
Didukung Huadi Group dan Pemda Bantaeng, Taekwondo Optimis Raih Medali
AHY di WWF 2024: Masyarakat Dunia Harus Atasi Kelangkaan Lahan dan Air
Warga Bantaeng Akui Gerak Cepat Huadi Group dan Kodim 1410 Lewat Program RTLH
Huadi Group Berbagi Berkah Tiap Jumat, Jemaah Masjid: Alhamdulillah
Kata Adang Daradjatun Soal Sindikat Penjualan Narkoba dalam Kemasan Makanan
Bantu Korban Kebakaran di Sinoa, Huadi Group Salurkan Bantuan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:19 WIB

Promo Khusus Pelajar dan Mahasiswa, Synchronize Festival 2024 Hadirkan Tiket Student Card

Kamis, 11 Juli 2024 - 19:55 WIB

We The Fest 2024 Edisi Anniversary Siap Digelar di GBK Jakarta

Rabu, 10 Juli 2024 - 23:12 WIB

Satu-satunya di Asia Tenggara, Neck Deep Bakal Manggung di The Sounds Project 7

Rabu, 10 Juli 2024 - 22:35 WIB

Emma Elliot Manggung Bareng Vagetoz dan Sun Of Monday di Swag Event

Jumat, 5 Juli 2024 - 14:55 WIB

Daniel Rumbekwan, Efek Rumah Kaca, hingga VoB Ikut Lokakarya IKLIM

Kamis, 4 Juli 2024 - 21:14 WIB

Bless The Knights Perkenalkan Single Agathos Saat Tur Sulawesi Selatan

Kamis, 4 Juli 2024 - 13:22 WIB

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Bakal Manggung di Pestapora 2024

Rabu, 3 Juli 2024 - 16:36 WIB

Djakarta Warehouse Project 2024 Bakal Hadir di 13, 14, dan 15 Desember

Berita Terbaru