Menkop UKM: 60 Persen Perekonomian RI Tergantung Pada UMKM

0
MenkopUKM
MenkopUKM Teten Masduki. (Foto:Pelopor/Kemenkop UKM)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak pegawai dilingkungannya untuk melakukan pendekatan profesi ketimbang regulasi guna mencapai target yang ditetapkan. Pasalnya, tugas Kementerian Koperasi dan UKM sangat besar, dimana Perekonomian RI sebesar 60%nya tergantung pada UMKM.

“Cakupan tugas KemenkopUKM itu sangat besar, dimana 60% perekonomian RI itu tergantung pada UMKM, meski ada 22 K/L yang memiliki program UMKM namun KemenkopUKM menjadi leader dalam pengembangan UMKM,” tuturnya dalam acara Kopi Daring dengan pegawai di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta, Senin, 23 Agustus 2021.

“Kita targetkan kontribusi UMKM sebesar 65% pada 2024 nanti, dengan cara fokus pada kegiatan produksi dan peningkatan daya saing UMKM.” 

Menteri Teten memaparkan, meskipun UMKM menyumbang 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) perekonomian RI, namun persentase sebesar itu dinilai belum cukup produktif, hal ini dikarenakan jumlah populisi usaha yang merupakan pelaku UMKM mencapai 99,9%.

“Harusnya bisa lebih besar lagi kontribusinya, makanya kita targetkan kontribusi UMKM sebesar 65% pada 2024 nanti, dengan cara fokus pada kegiatan produksi dan peningkatan daya saing UMKM,”  tegas Menteri Teten.

Persentase yang relatif masih rendah juga terlihat pada kontribusi ekspor, dimana sumbangan UKM terhadap ekspor baru mencapai 14%, dan ditargetkan menjadi 17% pada 2024.

Rasio kewirausahaan juga dinilai masih rendah, baru 3,47% atau tertinggal dibanding negara sesama ASEAN seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

“Kita berharap rasio kewirausahaan bisa menjadi 4% pada 2024. Angka 4% itu merupakan persentase minimal bagi sebuah negara untuk bisa dikatakan sebagai negara maju,” sebut MenkopUKM.

Menteri Teten menambahkan, ada tugas yang tak kalah pentingnya yaitu menyiapkan UKM masa depan atau sering disebut sebagai the future UKM, dimana UKM ini sudah masuk dalam industri pasok nasional maupun global.

“UKM masa depan adalah UKM yang memiliki background dan bisnis model yang bagus, dan menguasai teknologi,” tandasnya.[]