Pelopor.id | Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading, yaitu Pertamina Patra Niaga terus membuka dan mendorong peluang kerja sama kemitraan bisnis Pertashop dengan berbagai pihak, di antaranya BUMDes, Koperasi, Pesantren hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Pertamina, melalui Pertashop, diharapkan dapat terus berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional, dan juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Perusahaan pelat merah ini juga menargetkan ada 10.000 unit Pertashop di seluruh Indonesia.
Sebagai upaya mendorong semangat para mitra Pertashop, Pertamina Patra Niaga memberikan penghargaan kepada para pengusaha Pertashop terbaik, antara lain UMKM Lokal Non Mitra, Angka Penjualan Terbaik dan Sarfas Terbaik.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Sosialisasi Nasional Program Percepatan Implementasi Pertashop Melalui Kolaborasi BUMN – BUMDes dan Badan Usaha lainnya untuk Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh, Minggu (06/02/2022). Menteri BUMN Erick Thohir yang menyerahkan penghargaan itu, didampingi Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution di Madiun, Jawa Timur.
Erick Thohir menyampaikan target 10.000 unit Pertashop akan berdampak signifikan terhadap kelangsungan energi di daerah, sekaligus penyerapan tenaga kerja, terutama pengusaha menengah dan pengusaha daerah.
“Dengan 10.000 Pertashop ini, masing-masing akan menciptakan lapangan pekerjaan dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rakyat, ke depan kita utamakan menjaring pengusaha daerah untuk mencapai target ini,” ujar Erick, seperti dikutip dari website resmi Pertamina.
Sejak 2020 hingga Januari 2022, ada sekitar 4.311 Pertashop yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia, 473 di antaranya berada di Jawa Timur dan 16 berada di kota atau kabupaten Madiun. Dari total tersebut, 249 Pertashop juga dikelola oleh mitra strategis, 54 di antaranya atau 22% dikelola oleh BUMDes. []












