Menko Luhut: Kembangkan Ekosistem Logistik Nasional Perlu Kerja Sama Semua Pihak

Menko Luhut
Menko Luhut. (Foto:Pelopor.id/Kemenko Marves)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membaahas perkembangan National Logistic Ecosystem (NLE) atau Ekosistem Logistik Nasional bersama berbagai Kementerian/Lembaga terkait.

Pembahasan ini, guna mempercepat implementasi Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.

“Kita masuk kedalam materi percepatan Inpres Nomor 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional. Kita sudah jalankan ini dan saya mau lihat perkembangannya,” tutur Menko Luhut, Jumat, 20 Agustus 2021.

Bacaan Lainnya

“Terintegrasilah semua itu. Karena ini sedang pandemi, Peduli Lindungi akan dimasukkan ke situ (pelabuhan) agar bila ada orang mau masuk harus pakai barcode.”

Pada kesempatan ini, Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Sahat Panggabean mengemukakan beberapa permasalahan yang dihadapi.

“Kalau kita lihat permasalahannya adalah belum terjalin konektivitas sistem transportasi laut, darat, udara untuk perpindahan barang dan juga perkembangan teknologi IT,” ungkap Sahat.

Meski demikian, saat ini pemerintah telah melakukan sejumlah upaya, seperti simplifikasi proses bisnis di pemerintahan, integrasi sistem layanan logistik di pemerintah maupun swasta, hingga kemudahan transaksi pembayaran. Hal tersebut sejalan dengan telah diluncurkannya Batam Logistic Ecosystem (BLE) pada 18 Maret 2021 oleh Kemenko Marves.

Pada masa mendatang, terdapat beberapa isu yang perlu dikoordinasikan, seperti percepatan penerapan NLE di seluruh Pelabuhan Pelindo 1, 2, 3 dan 4 yang berjumlah 112 buah, penataan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), penataan Kelembagaan Kekarantinaan, serta penataan tata ruang pelabuhan.

Menko Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan. (Foto:Pelopor.id/Kemenko marves)

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga melaporkan sejumlah upaya yang telah dilakukan, seperti implementasi Kartu Identifiksi Truk (TID), pembatasan usia truk dibawah 20 tahun, penerapan sistem gerbang otomatis, surat himbauan dan pengawasan terkait pungli di pelabuhan, surat tindak lanjut rencana pelaksanaan Ramp Check Truck, serta rencana kolaborasi aksi Inaportnet dengan INSW.

Baca Juga :   Pemerintah Bakal Bagikan Masker dan Sabun Cuci Tangan di Masjid

“Kita juga sudah memperketat pengawasan dalam 24 jam selama 7 hari penuh dan efisiensi pergerakan truk melalui skema container consolidation,” sebut Menteri Budi.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah juga mengungkapkan sudah disusun peraturan atau SKKNI untuk perlindungan kepada pekerja. Selain itu, sudah disiapkan pula sertifikasi untuk 5.000 pekerja di tahun 2022.

Ia juga memastikan agar setiap pekerja siap dengan perubahan digitalisasi dan perlindungan kepada pekerja. Tidak ketinggalan, dialog dengan serikat pekerja di kawasan pelabuhan juga sudah dibangun guna menyosialisasikan UU Ketenagakerjaan.

Untuk itu, Menko Luhut meminta agar seluruh pihak bekerja sama memantau perkembangan NLE setiap bulannya, agar kendala bisa segera diperbaiki.

“Saya minta kepada semua, target kita 10 pelabuhan setelah Batam. Coba disusun timetablenya dan kendalanya apa. Akan kita address (selesaikan) satu-satu supaya semuanya jalan,” tegas Menko Luhut.

Selain itu, dia juga mengusulkan agar layanan Peduli Lindungi bisa diintegrasikan di pelabuhan, guna menjamin keamanan di tengah pandemi.

“Terintegrasilah semua itu. Karena ini sedang pandemi, Peduli Lindungi akan dimasukkan ke situ (pelabuhan) agar bila ada orang mau masuk harus pakai barcode. Setiap pelabuhan harus ada barcodenya dan harus bertanggung jawab. Kalau dia Covid dan belum vaksin gak boleh masuk,” tandas Menko Luhut. []

Pos terkait