Menko Airlangga: PPKM Luar Jawa-Bali Tekan Penularan Covid-19

0
PPKM Luar Jawa-Bali
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto. (Foto: Pelopor.id/Kemenko Perekonomian)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berhasil menurunkan angka kasus penularan covid-19 di luar Jawa-Bali. Sebab, dari tanggal 9 sampai 16 Agustus 2021 kasus di luar Jawa-Bali turun sebesar 9,5 persen.

“Alhamdulillah sesuai dengan apa yang digariskan Bapak Presiden, terjadi penurunan, dan kita ketahui bahwa kasus di luar Jawa-Bali ini sekitar 31 persen daripada total kasus nasional,” tuturnya dalam Keterangan Pers mengenai Evaluasi dan Penerapan PPKM, Senin, 16 Agustus 2021 malam, secara virtual.

Sedangkan kasus aktif di luar Jawa-Bali berada pada angka 50,8 persen, tingkat kesembuhan 81,51 persen, serta tingkat kematian sekitar 2,8 persen.

“Kalau kami lihat beberapa hal yang dapat kami catat bahwa perpanjangan yang dua minggu ini tetap berlaku sampai dengan tanggal 23 Agustus 2021 dengan PPKM kabupaten dan kota di luar Jawa-Bali.”

Menurut Airlangga, saat ini pemerintah sedang fokus dalam menekan mobilitas dan melakukan penanganan di hulu yaitu penekanan terhadap disiplin protokol kesehatan 3M, terutama memakai masker, serta peningkatan 3T (testing, tracing, dan treatment).

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa konsentrasi adalah satu, menekan mobilitas; yang kedua, penanganan di hulu dengan prioritas kepada memakai masker; kemudian yang terkait dengan testing, tracing, dan treatment. Ini ditargetkan sepuluh kali untuk tracing dan secara rata-rata di luar Jawa antara 4-6 kali,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk mendorong masyarakat yang melakukan isolasi mandiri (isoman) ke isolasi terpusat (isoter). Selain itu juga dilakukan upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di luar Jawa-Bali.

“Diharapkan di luar Jawa rata-rata semua untuk dinaikkan ke level sama dengan rata-rata nasional,” tegas Airlangga.

Airlangga juga memaparkan, bahwa kontribusi Pulau Sumatra terhadap kasus nasional secara kumulatif adalah 14,06 persen, kesembuhan 80,96 persen, tingkat confirmed fatality rate 3,17 persen, kasus aktif 15,8 persen, dan penurunan kasus aktif sebanyak 8,86 persen.

“Di Kalimantan kontribusi terhadap kasus aktif sebesar 7,76 persen, kemudian kesembuhannya adalah 83,05 persen, tingkat kematian atau confirmed fatality rate-nya adalah 2,95 persen, kemudian kasus aktifnya adalah 13,99 persen, dan penurunannya dalam seminggu terakhir adalah 12,12 persen,” tandasnya.

Kemudian kontribusi Sulawesi terhadap nasional secara kumulatif adalah sebanyak 5,24 persen, kesembuhan 81,36 persen, confirmed fatality rate 2,32 persen, dan presentase kasus aktif 16,33 persen, dan penurunan dalam seminggu terakhir sebanyak 2,51 persen.

“Di Maluku, Papua, Nusa Tenggara, kontribusinya 3,99 persen terhadap nasional, recovery rate-nya 80,71 persen, kasus fatality rate-nya 1,84 persen, sedangkan kasus aktifnya berkontribusi sebesar 17,45 persen, dan penurunan kasusnya sebesar 14,96 persen,” pungkasnya.

Menutup penjelasannya Airlangga menegaskan bahwa tidak ada perubahan jumlah kabupaten dan kota yang menerapkan PPKM di luar Jawa-Bali hingga tanggal 23 Agustus 2021.

“Kalau kami lihat beberapa hal yang dapat kami catat bahwa perpanjangan yang dua minggu ini tetap berlaku sampai dengan tanggal 23 Agustus 2021 dengan PPKM kabupaten dan kota di luar Jawa-Bali, untuk di [PPKM] Level 4 ada 45 kabupaten/kota, kemudian di Level 3 ada 302 kabupaten/kota, dan untuk di Level 2 ada 39 kabupaten/kota,” ucapnya. []