Pelopor.id – Akademisi di Belgia melakukan penelitian terhadap 120 pria yang menderita kasus gejala Covid-19.Hasil penelitian menunjukkan, penurunan 37% dalam jumlah sperma peserta setelah terinfeksi virus.
Dampak Covid pada kesuburan pria berlangsung selama tiga bulan. Bersamaan dengan berkurangnya jumlah sperma, terjadi penurunan 60% dalam kemampuan semen untuk bergerak.
Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility belum lama ini. Sedangkan sampelnya diambil dari semua peserta yang memiliki usia rerata 35 tahun dan telah bebas gejala selama rata-rata 52 hari pada saat sampel diambil.
“Pasangan dengan keinginan untuk hamil harus diperingatkan bahwa kualitas sperma setelah infeksi Covid-19 dapat menjadi kurang optimal,” bunyi kesimpulan studi tersebut dikutip dari Investor Daily Kamis, (23/12/2021).
Meski demikian, para ilmuwan menyebutkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat dampak jangka panjang pada kesuburan. Situasi ini, mencerminkan apa yang sudah diketahui tentang virus lain, seperti influenza yang diketahui merusak sperma.
Mengenai flu, para ilmuwan sebelumnya menyalahkan dampak buruk itu pada suhu tubuh tinggi yang disebabkan oleh demam. Namun, dengan Covid, penelitian tersebut menunjukkan bahwa demam bukanlah penyebabnya, melainkan masalah sperma disebabkan oleh respons kekebalan tubuh terhadap virus.
- Baca juga : Waduh, Kasus Omicron RI Bertambah Lagi
Tes yang dilakukan pada individu yang terlibat dalam penelitian ini melihat korelasi antara konsentrasi antibodi Covid-19 yang lebih tinggi dalam darah pasien dan penurunan fungsi sperma, yang dikenal sebagai disfungsi sperma sementara.
Terlepas dari efek negatif Covid-19 pada jumlah sperma, para peneliti mencatat ada bukti kuat bahwa virus tidak dapat ditularkan secara seksual melalui air mani pasien yang baru saja sembuh dari infeksi. []












